BOGOR –
**Borneonews - Subang**, Bakal calon gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tetap aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat meskipun hasil survei terbaru menunjukkan bahwa ia dan pasangannya, Erwan Setiawan, unggul dalam pemeringkatan elektabilitas untuk Pilkada Jabar 2024. Hasil riset yang dipublikasikan oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa pasangan ini memiliki dukungan electabilitas yang cukup signifikan. Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat di Jawa Barat yang secara bertahap memberikan dukungan. "Dukungan ini diperoleh melalui proses yang berkesinambungan, dan kami merasa terhormat bisa mencapai 77,81 persen," ujarnya saat berbicara di Kabupaten Subang. Dedi menjelaskan bahwa dukungan yang diterima tidak datang begitu saja, melainkan merupakan hasil dari interaksi yang telah terjalin selama hampir satu dekade. "Kami telah lama melakukan kegiatan dan komunikasi langsung dengan masyarakat, dan itu semua adalah bagian dari proses yang tidak pernah berhenti," tambah Dedi. Meski berada dalam posisi elektabilitas yang baik, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya untuk tetap aktif berkegiatan dan menggandeng masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan posisi unggul mereka di survei, terutama mengingat adanya kampanye negatif yang mulai muncul di berbagai media sosial. "Saya berharap warga tidak terhasut oleh informasi yang tidak tepat," kata Dedi, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang beredar. Hasil survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan dominan dengan angka elektabilitas mencapai 77,81 persen. Jumlah ini jauh melampaui pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur lainnya, seperti Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie yang hanya meraih 10,98 persen. Berikutnya, dua pasangan lainnya, Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina serta Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja, memperoleh masing-masing 2,24 persen. Survei yang dilakukan antara 2 hingga 8 September 2023 ini meliputi 1.200 responden dari berbagai kabupaten di wilayah Jawa Barat dengan metode *multistage random sampling*, dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error sebesar 2,9 persen. ANTARA