SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Berdiri di Jalan Muchran Ali, Kecamatan Baamang, sebuah bangunan berkonstruksi kayu yang dicat hijau telah lebih dari setengah abad mendidik generasi bangsa. Ya, bangunan sekolah ini tampak usang, dengan beberapa plafonnya yang sudah lepas dan berjamur, menandakan kondisinya yang tak lagi layak.

Meski demikian, selama 54 tahun terakhir, sekolah inilah yang menjadi tempat belajar bagi anak-anak di wilayah tersebut. Kini, harapan untuk memiliki bangunan yang lebih layak-pun akhirnya terwujud. Peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah yang baru telah dilakukan.

"Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan SDN 1 Baamang Tengah setelah 54 tahun mereka menunggu," kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah.

Ia menjelaskan, lamanya waktu penantian ini disebabkan oleh masalah legalitas lahan dimana aset tanah yang masih sengketa dengan ahli waris.

Lokasi sekolah yang berada di tepi jalan sempat menarik perhatian Kementerian Pendidikan. Bahkan Kementerian sempat mengupayakan pembangunan sekolah hingga dua kali, namun terkendala aset lahan sehingga batal dilaksanakan. 

--page

"Alhamdulillah, tahun 2022 lahan sudah dihibahkan oleh ahli waris. Tahun 2023 kita perencanaan dan tahun ini kita bangun," tambah Irfansyah.

Pengusulan pembangunan SDN 1 Baamang Tengah ini dilakukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Irfansyah menyebutkan bahwa tim survei lapangan juga telah datang untuk menilai kondisi sekolah yang memang sangat membutuhkan perhatian.

Dengan anggaran sebesar Rp2,3 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) Dinas Pendidikan Kotim, pembangunan tahun ini akan mencakup 8 ruangan, terdiri atas 6 ruang kelas dan 2 ruang untuk guru serta kepala sekolah.

"Insya Allah, tahun depan kami akan tambah lagi," kata Irfansyah, mengisyaratkan komitmen berkelanjutan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di daerah tersebut.

Peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Kotim Halikinnor ini menjadi simbol harapan bagi masyarakat Baamang untuk memiliki fasilitas pendidikan yang lebih layak.

Turut hadir dalam peletakan batu pertama Wakil Bupati Irawati, Pj Sekda Sanggul Lumban Gaol, Anggota DPRD Kotim Paliansyah, Camat Baamang Sufiansyah, serta jajaran pemerintah setempat. (DEWI PATMALASARI/Y)