JAKARTA –
**Borneonews - Gaza**, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa seorang paramedis Palestina, Hamdan Abu Anaba, telah kehilangan nyawanya di dalam penjara Israel. Peristiwa tragis ini terjadi setelah Abu Anaba ditangkap di Kompleks Medis Nasser yang terletak di Khan Younis, di wilayah selatan Jalur Gaza. Penangkapan berlangsung pada bulan Desember lalu saat beliau bersama rekan-rekannya sedang melaksanakan tugas kemanusiaan. Kematian Abu Anaba telah dikonfirmasi oleh kementerian tersebut, yang menekankan pentingnya perhatian dari komunitas internasional serta organisasi-organisasi hak asasi manusia. Kementerian mendesak agar dilakukan penyelidikan terhadap perlakuan terhadap petugas medis yang ditangkap saat menjalankan tugas mereka di rumah sakit. Penting untuk dicatat bahwa setiap tahun pada hari Sabtu kedua bulan September, Hari Pertolongan Pertama Sedunia diperingati. Inisiatif ini dicanangkan pada tahun 2000 oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama di seluruh dunia. Sejak dimulainya konflik di Gaza pada bulan Oktober tahun lalu, lebih dari 885 tenaga medis dilaporkan tewas, sementara sekitar 310 orang lainnya ditangkap. Informasi ini disampaikan oleh kantor media pemerintah Palestina pada tanggal 10 September. Ketika pasukan Israel menangkap Hamdan beserta tiga paramedis lainnya pada 2 Desember, situasi menjadi semakin kritis. Penangkapan tersebut terjadi meskipun adanya koordinasi sebelumnya untuk mengevakuasi pasien yang terluka, saat mereka berusaha untuk bergerak ke arah utara dari Khan Younis. Walaupun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata secepatnya, serangan Israel di Gaza terus berlanjut, menyusul serangan dari Hamas pada bulan Oktober. Berdasarkan laporan otoritas kesehatan setempat, lebih dari 41.000 orang—sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak—telah kehilangan nyawa, dengan lebih dari 95.000 orang menderita luka-luka akibat konflik yang terus berkepanjangan ini. Dampak serangan Israel sangatlah berat. Hampir seluruh wilayah penduduk terpaksa mengungsi sebagai akibat dari blokade yang terus berlangsung, yang berakibat pada kekurangan parah akan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Selain itu, Israel juga dihadapkan pada tuduhan genosida terkait tindakan mereka di wilayah Gaza, yang sedang ditangani di Pengadilan Internasional. ANTARA