**Borneonews - Biak**, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Biak bekerja sama dengan Badan Riset Daerah (Brida) Biak sedang mempersiapkan produk pangan lokal yang ditujukan sebagai pakan untuk ayam petelur. Langkah ini diambil untuk mendukung para pelaku usaha ternak yang berasal dari masyarakat Papua.
Kepala Disperindag, Yubelius Usior, mengungkapkan bahwa kenaikan harga pakan ternak yang cukup tinggi menjadi latar belakang perancangan produk pangan lokal. Saat ini, harga pakan yang dipasok dari Pulau Jawa dan dijual di Biak terus meningkat, sehingga hal ini berimbas pada tingginya biaya operasional yang ditanggung oleh peternak, khususnya para pelaku usaha orang asli Papua (OAP).
"Selain itu, kami telah mengidentifikasi beberapa bahan baku yang melimpah untuk formula pakan ternak. Bahan tersebut antara lain jagung, ikan, tepung sagu, serta vitamin lainnya yang diperlukan untuk menciptakan pakan yang berkualitas," ujar Usior.
Usior menambahkan, tujuan dari penyediaan produk pakan lokal ini adalah untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha peternakan dalam memperoleh bahan pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, pihaknya berharap bahwa produk makanan ayam dapat diproduksi secara mandiri di Biak, sehingga mampu menekan pengeluaran. Saat ini, harga pakan ternak yang beredar di pasar bisa mencapai lebih dari Rp550 ribu per sak.
Mengamati situasi ini, Usior menyatakan bahwa tingginya biaya pakan juga berkontribusi terhadap harga jual telur di pasaran. Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi semua pihak yang terlibat di sektor peternakan.
Sementara itu, Yohanis Insiren, Kepala Badan Riset Daerah Biak, menambahkan bahwa mereka telah melakukan sejumlah penelitian untuk pengembangan pakan ternak ayam petelur. "Proses penelitian ini masih berlangsung dan kami berharap dapat segera menyelesaikannya. Dengan demikian, hasil penelitian tersebut bisa diimplementasikan dalam pembuatan produk pakan ternak lokal," jelasnya.
Hendrik, seorang pelaku usaha peternakan OAP, menyampaikan keprihatinannya mengenai kenaikan harga pakan ternak. Ia menekankan perlunya inovasi dalam produksi pangan lokal untuk mendukung keberlanjutan usaha ternak di daerah ini.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Komentar (0)
Memuat komentar…







