JAYAPURA –
**Borneonews - Sentani**, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Jayapura aktif mendorong masyarakat di 19 distrik untuk menanam cabai. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menekan tingginya inflasi, terutama mengingat harga cabai yang masih melonjak di kisaran Rp85.000-90.000 per kilogram. Delila Giay, selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, menyampaikan pentingnya meningkatkan produksi cabai. Ia menegaskan bahwa harga komoditas tersebut dapat turun apabila pasokan cabai meningkat. "Hukum pasar menyatakan bahwa jika jumlah barang yang tersedia banyak dan permintaan stabil atau rendah, maka harga akan cenderung turun," jelasnya. Dalam konteks ini, Delila mendorong warga di 139 kampung dan lima kelurahan yang tersebar di 19 distrik untuk segera memulai penanaman cabai. Ia mencatat bahwa harga cabai dapat disebut murah ketika mencapai Rp20.000-30.000 per kilogram, dan hal itu pernah terjadi pada periode di mana pasokan cabai meningkat di pasar. Lebih lanjut, Delila menjelaskan bahwa tahun ini, beberapa kelompok tani di Kabupaten Jayapura telah diberikan bantuan bibit dan pupuk agar mereka dapat mengembangkan tanaman cabai. "Kami sudah melakukan beberapa kali panen cabai berkat dukungan tersebut, tetapi jumlahnya masih belum cukup untuk memengaruhi harga di pasar," imbuhnya. Untuk itu, ia menekankan pentingnya memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk bercocok tanam. "Ketika kami turun ke lapangan, kami menemukan banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Dengan menanam tanaman hortikultura di lahan tersebut, kami percaya itu akan berdampak positif terhadap perekonomian dan inflasi di wilayah ini," tuturnya. ANTARA