**Borneonews - Samarinda**, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia telah mengambil inisiatif untuk menyediakan akses Al Quran bagi penyandang disabilitas netra dan tunarungu dalam rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-30 yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur.
BAZNAS berkomitmen untuk mendukung program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, dan ketaqwaan masyarakat melalui pengelolaan dana zakat. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, HM Imdadun Rahmat, menyatakan pentingnya aksesibilitas Al Quran bagi semua individu, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Dalam hal ini, BAZNAS berharap agar lebih banyak pihak terinspirasi untuk berkontribusi dalam mewujudkan aksesibilitas tersebut.
Melalui program zakat, BAZNAS telah mengembangkan fasilitas Al Quran baik dalam bentuk isyarat maupun Braille. Upaya ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap penyandang disabilitas agar mereka dapat mengakses dan memahami Al Quran dengan baik. Imdadun menjelaskan bahwa zakat berperan krusial dalam menyediakan Al Quran dalam huruf Braille serta alat bantu bagi tunarungu, sehingga mereka dapat lebih mendalami ajaran Al Quran dengan cara yang mandiri.
Dalam kerjasamanya dengan para ahli, BAZNAS berusaha untuk memproduksi Al Quran yang dapat dibaca oleh penyandang tunanetra dan tunarungu. Selain itu, BAZNAS juga mengadakan pelatihan untuk para guru Al Quran agar mereka dapat memberikan instruksi yang efektif kepada siswa dengan berbagai jenis disabilitas.
Imdadun juga mengusulkan agar penyelenggaraan MTQ di masa depan menyediakan kategori khusus bagi penyandang disabilitas, seperti kategori Braille bagi tunanetra, serta kategori lainnya untuk penyandang disabilitas lainnya, termasuk autisme dan disabilitas intelektual.
Sementara itu, Ahmad Badruddin, seorang Pentashih Mushaf Al Quran dari Kementerian Agama RI, menjelaskan berbagai langkah yang telah diambil untuk meningkatkan aksesibilitas Al Quran bagi penyandang disabilitas, termasuk pengembangan Al Quran dalam bentuk Braille dan bahasa isyarat.
Badruddin menekankan pentingnya memastikan bahwa Al Quran sebagai sumber cahaya bagi seluruh umat manusia tidak mengabaikan kebutuhan akses bagi mereka yang mengalami kesulitan fisik. Ia menekankan perlunya standar penulisan dan pentashihan yang disesuaikan untuk penyandang disabilitas guna menjaga keaslian isi Al Quran.
Upaya ini bertujuan agar semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang setara dalam memahami dan mendalami Al Quran. Dalam rangka MTQN ke-30, BAZNAS juga menyediakan stan inovatif yang bertujuan untuk memperluas syiar Islam serta memberikan akses yang lebih inklusif kepada Al Quran, terutama bagi penyandang disabilitas.
Stan tersebut menawarkan kelas belajar bahasa isyarat dan Al Quran Braille, yang diadakan bekerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) Kementerian Agama RI. Selain itu, stan juga menyediakan aneka makanan ringan yang dihasilkan dari program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik binaan BAZNAS, yang berlangsung di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, pada tanggal 8 hingga 16 September 2024.
MTQN ke-30 mengangkat tema transformasi digital sebagai salah satu inovasi dari penyelenggaraan acara. Kementerian Agama telah menetapkan 1.998 peserta yang terdiri dari 1.567 peserta inti dan 431 peserta cadangan. Proses pelaksanaan MTQN juga menerapkan sistem berbasis aplikasi, termasuk pendaftaran melalui *e-MTQ*, penggunaan *e-Maqra*, serta penilaian yang dilakukan melalui *e-Scoring*. Digitalisasi ini mencerminkan komitmen untuk meningkatkan akuntabilitas dan kualitas penyelenggaraan MTQ.
Cabang-cabang yang diperlombakan dalam MTQN ke-30 ini meliputi Musabaqah Tilawah Al Quran, Musabaqah Qiraah Al Quran, Musabaqah Hafalan Al Quran, Musabaqah Tafsir Al Quran, Musabaqah Fahmil Al Quran, Musabaqah Syarhil Al Quran, Musabaqah Kaligrafi Al Quran, serta Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al Quran.
ANTARA
BAZNAS Akses Al Quran untuk Disabilitas di MTQN ke-30 Samarinda
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







