BORNEONEWS, Kobar - Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, membuka acara puncak peringatan ke-13 Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-44 dan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke 23 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2016. Acara berlangsung di Desa Pangkalan Satu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Sabtu, (30/7/2016).

Tema sentral kegiatan BBGRM ke 13 tahun 2016, yaitu dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Kita Dayagunakan Peran Lembaga Masyarakat Desa Sebagai Mitra Pemerintah Desa.

Sementara itu, dalam rangkaian kegiatan pokok yang juga dihadiri Bupati Kobar, Bambang Purwanto, Dandim 1014/Pbn dan Kapolres Kobar, di antaranya pelayanan kesehatan, pasar murah, pameran produk unggulan masing-masing Kabupaten/Kota dan penghargaan serta pemberian stimulan.

Kegiatan BBGRM ke -13, Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-44 dan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke 23 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2016 juga diwarnai dengan dialog dengan warga. Seperti warga Kecamatan Arut Utara yang curhat kepada Gubernur terkait pembangunan infrastruktur yang berjalan lamban. Sehingga mereka meminta Gubernur dan juga Bupati Kobar memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

Dalam sambutannya Gubernur Sugianto Sabran mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Pangkalan Satu selain menjadi kegiatan rutin tahunan juga bersifat nasional yang terus digaungkan di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan momentum dan sarana tepat bagi kita semua untuk menggelorakan semangat dan nilai luhur yang terkandung di dalam budaya gotong royong, ciri khas dan warisan budaya bangsa yang tidak ternilai harganya.

"Kegiatan tersebut juga dapat memberikan efek positif dan manfaat besar bagi terciptanya penguatan integrasi sosial dalam pelaksanaan pembangunan," kata Sugianto Sabran. 

Menurut Gubernur Kalteng, keikutsertaan masyarakat dalam proses pembangunan, dapat meningkatkan rasa saling memiliki serta menumbuhkan tanggung jawab masyarakat terhadap pelestarian hasil pembangunan yang telah dicapai. Kegiatan ini, kata dia, dapat dijadikan ajang menjalin silaturahmi bagi kita semua, dengan silaturahmi yang baik akan tumbuh ikatan batin di antara kita semua.

Jika sinergitas terjalin baik antara pemerintah dengan masyarakat, Gubernur Sugianto meyakini semua masalah yang dihadapi akan mudah dipecahkan secara bersama-sama. "Harapan saya seluruh masyarakat Kalteng tanpa terkecuali, dengan Desa Pangkalan Satu, bisa bersinergi."

Sementara itu, Bupati Kobar, Bambang Purwanto, menjelaskan peringatan BBGRM ke -13, Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-44 dan Hari Keluarga Nasional (HKN) ke 23 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2016, merupakan momentum sangat penting. Terutama untuk melestarikan budaya leluhur yang cukup efektif untuk membangun suatu wilayah, yaitu gotong royong. Untuk itu masyarakat harus meningkatkan kembali rasa kebersamaan masyarakat dan membangun untuk masyarakat.

Bambang Purwanto juga mengatakan terkait dengan pentingnya Gerakan PKK, karena keluarga merupakan unit terkecil dalam sistem pemerintahan. "Kalau keluarga ini harmonis, dan perencanaannya baik serta pembinaannya berjalan dengan baik tentu pemerintahan juga akan baik," kata Bambang Purwanto.(KOKO SULISTYO/N).