PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Kalimantan Tengah baru-baru ini menggelar acara Lomba Mancing Lestari Bupati Cup yang berlangsung di sepanjang 12 kilometer di Kampung Pipisan, Kelurahan Seranau, Kecamatan Seranau. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai sarana hiburan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai. Bupati Kotim, Halikinnor, menyatakan bahwa lomba ini merupakan upaya yang kuat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian sungai. Hal ini disampaikan olehnya dalam satu pernyataan di Mentaya Seberang, di mana ia menyebut bahwa sungai adalah sumber kehidupan bagi banyak makhluk hidup, dan penting untuk menjaga kebersihan perairan ini. Lomba Mancing Lestari Bupati Cup dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 14 dan 15 September 2024, dengan diikuti oleh sekitar 550 peserta. Selain sebagai wadah hiburan, lomba ini juga berfungsi sebagai gerakan kolektif untuk menjaga ekosistem perairan dari pencemaran dan perilaku merugikan lainnya. Halikinnor mengingatkan para peserta akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah, dan menekankan bahwa kerusakan lingkungan sungai akan mempengaruhi habitat ikan. Apabila lingkungan sungai tidak terjaga, akan ada dampak negatif bagi kehidupan ikan, yang pada gilirannya akan merugikan manusia termasuk para pemancing. Kepala daerah ini mengharapkan agar selama perlombaan, tidak ada satupun peserta yang membuang sampah anorganik ke Sungai Mentaya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, ajakan ini disertai dengan penandatanganan komitmen untuk pelestarian ekosistem sungai dan hutan, yang dihadiri oleh pejabat daerah, peserta lomba, dan masyarakat setempat. Lebih lanjut, Halikinnor mengucapkan terima kasih kepada panitia dan warga yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatan gotong royong untuk membersihkan Sungai Mentaya. Ia berharap kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi dilaksanakan setidaknya setiap tiga bulan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Kegiatan Lomba Mancing Lestari Bupati Cup diinisiasi dari upaya kelompok pemuda setempat yang melihat potensi wisata dari aktivitas mancing ini. Dengan hasil positif yang diperoleh, Halikinnor berencana menjadikan lomba ini sebagai agenda tahunan pemerintah daerah. Lomba tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten, termasuk Kotawaringin Barat dan Lamandau. Melalui acara ini, diharapkan terjalin interaksi yang baik antara para pemancing dan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memperkenalkan potensi wisata mancing ikan yang ada di Kotim lebih luas lagi. Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, memperkuat sinergi dan kolaborasi antarwarga dalam menjaga potensi daerah. ANTARA