JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Kontingen wushu dari Jawa Timur menunjukkan prestasi gemilang pada nomor *taolu* dengan meraih dua medali emas, masing-masing di kategori duilian putra dan putri, dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumut. Pertandingan berlangsung di GOR Disporasu, Deli Serdang, pada hari Minggu. Tim wushu putra yang terdiri dari Akbar Dwi Affandi, Nicholaus Karanka Adinugroho, dan Muhammad Zaki Ikbaar Ramadhan berhasil meraih medali emas. Sementara itu, tim putri yang terdiri dari Natalie Chriselda Tanasa dan Benedicta Rafaella Karolusia Prasetyo juga tampil sebagai juara di kategori yang sama. Sherly Hoediono, manajer tim wushu Jawa Timur, memberikan pujian atas dedikasi dan semangat juang para atletnya. Ia mengungkapkan bahwa Nicholaus Karanka Adinugroho mengalami dislokasi pada jari kelingkingnya hanya sepuluh menit sebelum pertandingan dimulai. Meskipun dokter menyarankan agar ia tidak bertanding, Nicholaus bersikeras untuk tetap tampil dan terpaksa membungkus tangannya agar dapat berkompetisi. Sherly mengungkapkan kekagumannya terhadap atlet yang tetap berjuang dan memberikan yang terbaik meskipun harus menghadapi rasa sakit saat tampil di arena. Dengan tambahan dua medali emas ini, Jawa Timur berhasil mengumpulkan total tujuh medali emas dari nomor *taolu*, menempatkan mereka pada posisi teratas dalam klasemen perolehan medali cabang olahraga wushu. Dalam final, ketiga atlet putra menunjukkan penampilan yang sangat memukau dengan menerapkan jurus-jurus tangan kosong. Mereka berhasil mempersembahkan aksi berkelahi yang menunjukkan teknik pukulan dan tendangan dengan sangat kuat dan cepat, meraih nilai tertinggi yaitu 9.366. Medali perak berhasil diraih oleh tim sesama kontingen Jawa Timur yang terdiri dari Ramadhan dan Ahmad Ghifari Fuaiz, serta Rakay Nobel Ardiansyah dan Ahmad Ghozali Fuaiz dengan total nilai 9.356. Medali perunggu direbut oleh Candika Nugraha dan Zio Catriadi dari Jambi yang memperoleh nilai akhir 9.323. Sementara itu, pada kategori duilian putri, Natalie Chriselda Tanasa dan Benedicta Rafaella Karolusia Prasetyo menunjukkan penampilan yang memukau dengan mengolah koreografi perkelahian antara penggunaan tombak dan teknik tangan kosong. Kelincahan dan keterampilan mereka dalam menyerang serta menghindar berhasil mengesankan dewan juri, sehingga mereka mengantongi nilai tertinggi 9.360. Kontingen wushu Jawa Tengah, yang diwakili oleh Jessica Antonetta, Evelyn Naura Adelia, dan Theodora Rosa Santoso, menjawab tantangan dengan meraih medali perak setelah menunjukkan penampilan yang maksimal dalam pertarungan dengan menggunakan dua tombak dan golok kembar. Medali perunggu berhasil diamankan oleh kontingen Jambi melalui Anastasya Astuti, Veren Aprillia, dan Ananda Sri Mardiana, dengan perolehan nilai 9.326. Perlombaan cabang olahraga wushu pada PON XXI Aceh-Sumut berlangsung dari tanggal 12 hingga 15 September. Di ajang ini, sebanyak 29 medali emas, 29 medali perak, dan 40 medali perunggu diperebutkan dari berbagai nomor yang dipertandingkan. ANTARA