BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya hingga saat ini telah mengalami 107 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sejak awal tahun. Data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian Karhutla terjadi di Kecamatan Jekan Raya, dengan total 76 kejadian.
Kecamatan Pahandut mencatat 10 kejadian Karhutla, sementara Kecamatan Sebangau mengalami 18 kejadian. Kecamatan Bukit Batu mencatat 3 kejadian, sedangkan Kecamatan Rakumpit tidak mencatat adanya kejadian Karhutla.
"Total luas lahan yang terbakar akibat Karhutla di Palangka Raya mencapai 33,14 hektar," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, Minggu, 15 September 2024.
Heri Fauzi menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk meminimalisir kejadian Karhutla di Kota Palangka Raya. Upaya tersebut meliputi patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
BPBD Palangka Raya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat, untuk mencegah dan menanggulangi Karhutla di Kota Palangka Raya.
--page
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan atau hutan, karena dapat memicu terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan.
"Kami juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya titik api atau asap di sekitar mereka." pungkasnya. (PATHUR/Y)









