BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kalsel untuk melaksanakan pengamatan serta pengambilan sampel pada beberapa jenis tanaman milik petani. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran hama yang tergolong sebagai organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Kepala Karantina Kalsel, Sudirman, menyatakan bahwa pemantauan ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Hasil dari pemantauan tersebut akan digunakan sebagai data pemetaan guna menentukan daerah penyebaran OPTK di Kalsel. Tahun ini, pemantauan dilaksanakan secara bertahap di lima kabupaten. Sudirman menjelaskan lebih lanjut bahwa hasil dari pemantauan ini akan dimanfaatkan untuk tujuan analisis risiko dan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan di masa mendatang. Selain fokus pada pencegahan terhadap masuknya, keluarnya, serta penyebaran hama dan penyakit pada hewan, ikan, dan tumbuhan, tugas karantina juga mencakup pemantauan untuk mengetahui serta memetakan keberadaan hama dan penyakit di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Sudirman menambahkan bahwa pihaknya baru saja menyelesaikan pemantauan di Kabupaten Tanah Laut. Fokus pemantauan kali ini terletak pada tanaman bawang merah, cabai, jagung, dan ubi kayu. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, hama yang menjadi target pemantauan oleh petugas karantina mencakup *onion yellow draft potyvirus* dan *pantoea ananatis* pada bawang merah, *tomato spotted wilt tospovirus* pada cabai, *peronosclerospora philippinensis* pada jagung, serta *phenacoccus manihoti* pada ubi kayu. Sudirman mengungkapkan, kegiatan pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Deputi Karantina Tumbuhan terkait pelaksanaan pemantauan OPTK untuk periode 2024. Pemantauan ini juga diatur dalam Peraturan Badan Karantina Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 yang mengatur tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis Badan Karantina Indonesia. Sudirman menambahkan bahwa pemantauan ini akan terus berlanjut ke beberapa kabupaten lainnya. Hasil pemantauan yang didapatkan nantinya akan menjadi bahan pertimbangan yang penting dalam menentukan kebijakan dan kebutuhan lainnya di bidang pertanian di Kalsel. ANTARA