**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Atlet wushu asal Jawa Tengah, Gita Ariesta, berhasil menaklukkan juara bertahan pada kategori sanda kelas 56 kg putri. Tindakan ini dilakukannya dengan menyabet medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumut.
Dalam pertandingan final yang berlangsung di GOR Disporasu, Deli Serdang, pada hari Minggu, Gita menunjukkan tekad dan perjuangan yang luar biasa. Ia harus menghadapi Melisa Try Andani, atlet dari Jambi yang telah meraih medali emas di PON XX Papua pada kelas yang sama. Pertandingan pun berlangsung dengan sangat ketat. Meskipun Gita kehilangan babak pertama, ia tidak kehilangan semangat. Dengan konsentrasi yang tinggi, ia mampu membalikkan keadaan dan akhirnya meraih kemenangan dengan skor 2-1.
Di sisi lain, Ebina Saputri Sunarya dari Jawa Barat harus puas membawa pulang medali perunggu setelah ia dan Citra Purnamasari Kusuma Ningrum dari Jawa Timur tersisih di babak semifinal. Keduanya menampilkan performa yang baik, meski tidak cukup untuk melanjutkan ke babak final.
Sebelumnya, dua atlet lain dari Jawa Tengah juga berhasil menambah koleksi medali emas untuk provinsi mereka. Bayu Peni Hendrasswari menunjukkan performa gemilang di kelas 48 kg putri, sementara Tharisa Dea Florentina juga mencatatkan namanya sebagai juara di kelas 52 kg putri.
Pelaksanaan cabang olahraga wushu dalam PON XXI Aceh-Sumut ini berlangsung sejak tanggal 12 hingga 15 September. Pada ajang ini, sebanyak 29 medali emas, 29 medali perak, dan 40 medali perunggu diperebutkan dari total 29 nomor yang dipertandingkan. Keberhasilan para atlet, terutama Gita Ariesta, menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang bergengsi ini.
ANTARA
Gita Ariesta Raih Emas Sanda 56 Kg Putri di PON XXI Aceh-Sumut
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tujuh WNI yang Diamankan di Kapal MT Global Terkait Narkoba Dilepaskan
Pemda Diminta Antisipasi Kebutuhan Akhir Tahun Melalui Operasi Pasar Bersama Bulog
Polda Kalteng Terima 105 Personel dari Mabes Polri
Rumah Pribadi di Kuala Kapuas Jadi Tempat Berlindung 18 Kucing Terlantar
Pembangunan Jembatan Walter Condrad Kotim Ditarget Rampung Desember 2026
Sastra Tutur Dayak Terancam Terpinggirkan, Masyarakat Diajak Lestarikan Bahasa Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







