JAKARTA –
**Borneonews - Mataram**, Tim SAR Mataram saat ini sedang menggunakan drone dengan kemampuan *thermal* untuk melakukan pencarian terhadap seorang pendaki asal Rusia, Mordovina Alexandra, yang dilaporkan hilang dalam kegiatan pendakian ilegal di Gunung Rinjani. Sejak hari Jumat, 13 September, tim SAR telah fokus melakukan pencarian di jalur pendakian Senaru, ungkap Wahyu, selaku kepala Tim SAR Mataram, pada hari Minggu. Di area tersebut, ada dua titik yang menjadi fokus pemantauan dari udara, yaitu sekitar Puncak Sangkareang dan Lembah Santong. Wahyu melanjutkan, setelah memeriksa berbagai lokasi yang dicurigai, hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban yang berhasil ditemukan. Proses pencarian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang berkolaborasi dengan para porter dan rekan-rekan korban. Dikutip dari informasi yang ada, Alexandra tidak kembali ke akomodasinya di Senaru, Lombok Utara, sejak tanggal 30 Agustus 2024, dan diduga hilang saat melakukan pendakian. Perkiraan menunjukkan bahwa Alexandra memulai pendakian pada 30 Agustus 2024, sekitar pukul 04.00 pagi, berdasarkan pesan yang dikirimkannya kepada teman-temannya melalui *WhatsApp* tentang rencananya untuk mendaki. Dengan dibentuknya tim SAR gabungan, diharapkan pendaki berusia 44 tahun tersebut dapat segera ditemukan. Dalam hal pencarian ini berlangsung lebih dari empat hari tanpa menemukan titik terang, tim akan melakukan evaluasi, koordinasi, dan komunikasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk menentukan langkah selanjutnya dalam upaya menemukan warga negara Rusia yang hilang tersebut. ANTARA