JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung dan Rano Karno, Lies Hartono yang lebih dikenal dengan sebutan Cak Lontong, menyatakan bahwa banyak tokoh dan figur publik yang ingin bergabung dalam upaya pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Cak Lontong mengungkapkan, "Banyak sekali teman-teman dari kalangan figur publik yang menghubungi saya secara pribadi dan menyatakan keinginan untuk bergabung dalam tim ini. Tentu saja, hal ini akan menjadi pertimbangan bagi kami." Permintaan untuk bergabung ini, lanjutnya, merupakan indikasi adanya dukungan luas serta menjadi modal yang sangat penting untuk memperkuat tim pemenangan. Cak Lontong mengakui bahwa posisinya dalam tim ini lebih sebagai pelengkap. Ia menjelaskan, "Saya hanya pelengkap karena yang ada di samping kanan saya adalah Pramono Anung dan di kiri saya adalah Rano Karno, mereka adalah calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta." Ketika ditanya oleh wartawan mengenai strategi untuk memenangkan pasangan yang diusungnya, Cak Lontong menjelaskan bahwa ia sudah menyiapkan strategi yang matang. Namun, untuk saat ini, ia memilih untuk tidak membagikannya kepada publik. Pramono Anung dan Rano Karno sebelumnya pernah menyatakan niat untuk membawa suasana ceria dalam dunia politik pada saat Pilkada Jakarta. Dalam konteks ini, Cak Lontong menegaskan bahwa gelak tawa dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan untuk menarik perhatian pemilih yang rasional. Ia berpendapat, "Tertawa merupakan identifikasi dari sebuah rasionalitas. Jadi, orang yang rasional pasti memiliki *sense of humor*. Mereka yang rasional dapat mengontrol tawa, karena tertawa itu sehat meskipun ada batasannya." Pramono Anung juga menggarisbawahi sosok Cak Lontong sebagai seorang seniman dan komedian yang mampu menghadirkan keceriaan di tengah hiruk-pikuk kehidupan politik saat ini. Terlebih lagi, Cak Lontong sudah terjun ke dalam politik praktis sejak tahun 2014, termasuk menjadi bagian dari kampanye Jokowi-Jusuf Kalla. Dengan semangat untuk menciptakan suasana politik yang menyenangkan dan membawa perubahan, Pramono Anung dan Rano Karno menyatakan tekadnya untuk bekerja keras demi mencapai tujuan tersebut. ANTARA