BORNEONEWS, Sukamara – Melimpahnya hasil tangkapan nelayan beberapa pekan ini ternyata berdampak kepada para pedagang daging di Pasar Sayur Ikan (Saik) Sukamara yang mengeluhkan sepinya pembeli karena masyarakat lebih memilih membeli ikan sungai yang harganya jauh lebih murah dibandingkan daging.
“Sekarang pembeli sepi sekali, karena masyarakat lebih memilih ikan sungai karena harganya jauh lebih murah,” kata Mina seorang pedagang daging sapi di Pasar Saik, Minggu (31/07/2016).
Menurutnya, sepinya pelanggan tersebut selain karena melimpahnya ikan sungai di pasar juga disebabkan harga daging yang hingga saat ini masih belum ada penurunan.
“Harga daging ayam dan daging sapi masih sama seperti sebelum lebaran. Itu sebabnya masyarakat enggan membeli daging,” ujar Mina.
Lanjut dia, untuk harga daging ayam saat ini masih sama harga sebelum menjelang Ramadan yakni Rp35 ribu per kilogram, yang sebelumnya berharga Rp32 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging sapi saat ini masih Rp110 ribu per kilogram.
“Biasanya jika harganya sudah naik untuk turun cukup sulit, karena mahalnya daging sudah memang dari sananya,” ucapnya
Pedagang daging di Pasar Saik ini mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kenapa harga daging ayam ddi Sukamara belum juga turun. Namun ia memperkirakan hal tersebut karena harga bibit dan pakan yang juga ikut naik.
“Ayam daging yang saya jual selain diambil dari peternak Sukamara juga dari daerah Pangkalan Bun, Mungkin mungkin karena biaya trasportasinya juga sudah mahal, sehingga harga ayamnya ikut mahal. Kita cuman ikutin harga saja, kalau diturunin harganya kita bisa rugi nanti” tutur Mina. (MG-13/m)








