PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seringnya banjir yang melanda kawasan RT 14 Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ternyata diakibatkan banyaknya terjadi penyumbatan di drainase di Jalan Matnor 4 yang seharusnya berfungsi untuk mengalirkan air saat kondisi hujan terjadi.

Untuk itulah, Minggu, 15 September 2024 warga setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar melakukan upaya normalisasi drainase tersebut sebagai upaya penanggulangan masalah.

Lurah Baru, Iksan, kepada www.borneonews.co.id menjelaskan penyumbatan drainase di kawasan itu disebabkan oleh penumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun dibiarkan dan adanya jembatan lama yang tidak dibongkar, sehingga saluran air tersumbat total.

 "Kami menemukan banyak sekali hambatan di gorong-gorong saat proses normalisasi. Sampah-sampah menahun dan jembatan yang seharusnya dibongkar justru langsung ditutup oleh warga, sehingga memperparah kondisi drainase," jelas Iksan.

Menurut Iksan, kondisi drainase yang buruk menjadi salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut. 

"Setiap kali hujan lebat, air tidak bisa mengalir dengan lancar karena gorong-gorong tersumbat. Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah warga," jelas Iksan.

Iksan menghimbau agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air.

 "Kami berharap warga bisa lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga kebersihan drainase. Jika kita bersama-sama menjaga kebersihan, maka masalah banjir bisa diminimalisir," jelas Iksan.

Iksan juga mengapresiasi bantuan dari warga RT 14 dan BPBD yang turut serta dalam kegiatan normalisasi ini. 

"Ini adalah upaya bersama, dan saya sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat. Semoga ke depannya kita bisa terus bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari banjir," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)