BORNEONEWS, Medan - Atlet Taekwondo Kalteng nomor Kyorugi Kelas Over 87kg Faturrahman tersisih di babak cut off usai melawan atlet, dari Jawa Timur.
Pelatih Taekwondo Kalteng nomor Kyorugi, Ragil Atmaja ST AIFO mengakui dari segi kualitas Kalteng memang berada di bawah Jawa Timut, karena lawannya adalah atlet Platnas.
"Alhamdulillah kemarin tidak ada permasalahan. Kita berusaha maksimal tapi memang kualitasnya lebih bagus," tutur Ragil di GOR Martial Art Sport Center Medan, Minggu , 15 September 2024.
Ia menilai support pemerintah di cabang Taekwondo sudah bagus. Walaupun diakuinya dalam mengembangkan pemain butuh pelatihan dan jam terbang.
"Anak-anak supaya bisa melihat yang lain dan lebih kompetitif bisa memetakan kemampuan atlet diluar Kalimantan. Perlu juga mengundang pelatih dari luar," tuturnya.
Sementara itu, Atlet Taekwondo Kalteng, Faturrahman mengakui melawan pemenang PON Papua agak berat karena memang kalah postur.
"Pengalaman juga kalah dia sering berlaga. Ini termasuk pengalaman berharga bagi saya," ungkapnya.
Dia menilai untuk tampil maksimal perlu latihan intensif dan teknik yang sempurna, dia berharap kedepan bisa lebih banyak lagi wakil dari Kalteng khususnya Kotim yang bisa berlaga di PON.
"Meskipun kita tidak mendapat medali, melalui tc dan latihan diluar Kalteng, kita mendapatkan pengalaman yang bisa dibagikan ke anak anak di Kalteng, bisa kita terapkan sistem pelatihan yang bagus," tegasnya. (HERMAWAN DP/H)









