JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Satuan Tugas Operasi Mantap Praja Cartenz II di Wilayah Papua Selatan mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima informasi sebelum disebarluaskan ke publik. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas Humas, Kompol Nurjanah, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak jelas kebenarannya. Nurjanah menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap *hoax* yang dapat menimbulkan keresahan di antara masyarakat, khususnya ketika berita tersebut berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Dalam keterangan tertulisnya, ia menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap setiap individu yang menyebarkan ujaran kebencian berbasis isu SARA, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam hal ini, Nurjanah juga menjelaskan bahwa pelaku penyebaran ujaran kebencian yang terlibat dapat dikenakan sanksi hukum dan hukuman penjara. Sebagai langkah preventif, Satgas telah memberikan instruksi kepada seluruh personelnya untuk meningkatkan frekuensi patroli dan memperluas edukasi mengenai pencegahan *hoax* di tengah masyarakat. Ia menambahkan, setiap hari akan dilakukan upaya untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang beredar di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya. Selain itu, upaya yang dilakukan mencakup pembuatan konten edukatif tentang *anti-hoax* dan *hate speech*, serta isu SARA, yang akan disampaikan melalui berbagai elemen masyarakat melalui media sosial dan interaksi langsung. Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan mampu menanggulangi perkembangan berita *hoax*, *hate speech*, dan isu SARA, sehingga stabilitas keamanan di Papua Selatan tetap terjaga, terutama menjelang tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Satgas juga mengajak semua pihak, termasuk forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), untuk berkolaborasi dalam mensosialisasikan penolakan terhadap berita *hoax* guna menciptakan pelaksanaan pilkada yang aman, damai, dan bermartabat. Nurjanah menegaskan pentingnya peran serta masyarakat untuk bersatu dalam memerangi informasi *hoax* demi mencegah terjadinya intoleransi serta membangun Papua Selatan yang aman dan kondusif. ANTARA