BORNEONEWS, pAlangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi atau monev untuk Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD di Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengimbasan pembelajaran Bahasa Dayak Siang yang telah dilakukan oleh guru utama kepada para guru dan siswa di sejumlah sekolah," kata Elisabet Ebta yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng pada Minggu, 15 September 2024.
Elisabet yang mewakili Kepala Balai dalam kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan kepada para guru yang berhasil dalam mengimbaskan pembelajaran Bahasa Dayak Siang.
Elisabet menekankan pentingnya peran guru dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
"Selain evaluasi, kegiatan ini juga menampilkan berbagai keterampilan siswa sebagai hasil dari pengimbasan RBD," tuturnya.
Para siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam berpuisi, mendongeng, berkomedi tunggal, dan sastra lisan dalam Bahasa Dayak yakni karungut.
"Penampilan ini menunjukkan hasil positif dari upaya revitalisasi bahasa yang dilakukan," jelasnya lagi.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Guru Utama, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya, serta tokoh adat. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian bahasa daerah yang dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Elisabet juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung program revitalisasi bahasa daerah.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat," katanya lagi.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, bahasa daerah dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)









