**Borneonews - Medan**, Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) mengungkapkan harapannya agar cabang olahraga karate mampu mempertahankan prestasi luar biasa sebagai salah satu cabang yang selalu mencatat nol kasus doping.
Ketua Umum IADO, Gatot S. Dewa Broto, mengungkapkan harapannya dalam sebuah pengarahan yang diadakan di Medan, menjelang pertandingan karate yang akan berlangsung pada Senin, 16 September. "Karate memiliki sistem pendidikan yang baik. Berdasarkan data yang kami miliki, hingga saat ini kami mencatat *zero* kasus doping. Kami mohon perhatian untuk memastikan bahwa tidak ada kasus yang muncul," ujar Gatot.
Gatot menyampaikan kekhawatirannya seiring dengan pengalaman buruk yang dialami cabang olahraga binaraga. Pada waktu itu, seorang atlet binaraga asal Banten terpaksa tidak dapat berkompetisi akibat sanksi atas keterlibatan doping, namun tetap dipaksakan untuk mengikuti pertandingan. Akibatnya, medali emas yang diraih harus dicabut dan dialihkan kepada atlet yang finis di posisi kedua.
Untuk itu, Gatot menekankan pentingnya peran pelatih dan manajer dalam mengingatkan atlet untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan. Ia menjelaskan bahwa banyak kasus doping muncul akibat ketidaktahuan atlet mengenai bahan kandungan dalam obat yang mereka konsumsi. Oleh sebab itu, dalam keadaan darurat seperti sakit, atlet harus melakukan konsultasi dengan tim kesehatan kontingen sebelum mengonsumsi obat apapun.
IADO sendiri telah melaksanakan pertemuan dengan tim kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai isu ini. "Atlet wajib berkonsultasi dengan dokter timnya terkait obat-obatan yang disarankan maupun yang harus dihindari," lanjutnya.
Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa World Anti-Doping Agency (WADA) telah mengeluarkan pedoman yang dikenal sebagai *Therapeutic Use Exemptions* (TUE). Pedoman ini menjelaskan bahwa atlet diperkenankan menggunakan obat-obatan tertentu yang tidak memberikan keuntungan kompetitif, namun penting untuk memastikan bahwa keseluruhan kondisi kesehatan atlet tetap terjaga agar dapat bertanding dengan baik.
Samping itu, di situs resmi IADO juga tersedia informasi yang menyeluruh mengenai suplemen dan obat-obatan yang diperbolehkan serta yang dilarang untuk atlet. Gatot mengimbau kepada pelatih dan dokter tim untuk selalu memantau dan memastikan asupan bagi para atlet sesuai pedoman yang berlaku. "Informasi tersebut dapat diakses dengan mudah melalui laman resmi IADO, di mana kami menyediakan rincian lengkap mengenai *do and don't* seputar penggunaan obat dalam dunia olahraga," jelasnya.
ANTARA
IADO Dorong Karate Pertahankan Zero Doping Selama Pertandingan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemkab Gumas Tingkatkan Kapasitas Perempuan
Sejumlah Relawan Alami Sesak Napas saat Tangani Karhutla di SMAN 3 Kapuas
Tabrak Bundaran 0 Kilometer Sampit, Sopir Mini Bus Sepakat Biayai Perbaikan
Wamenaker: Standar Kompetensi yang Jelas Dukung Pengembangan SDM
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







