JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Kementerian Luar Negeri Rusia baru-baru ini menyampaikan bahwa sanksi yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap media-media Rusia tidak akan diabaikan begitu saja. Sanksi ini dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis yang mendorong narasi negatif terhadap Rusia. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara kementerian, Maria Zakharova, sanksi yang diterapkan, termasuk terhadap kelompok media internasional Rossiya Segodnya, dilihat sebagai bentuk dari 'perburuan penyihir'. Zakharova menjelaskan bahwa pemerintah AS berusaha untuk menggambarkan suatu kondisi di mana mereka berperan menanggulangi dugaan campur tangan dalam urusan domestik negara lain. Zakharova menekankan bahwa keadaan sensor yang merajalela di Amerika Serikat tidak akan dinilai secara objektif oleh lembaga-lembaga internasional yang berada di bawah kendali Washington. Ia menilai bahwa ketidakaktifan organisasi tersebut menunjukkan dukungan terhadap praktik-praktik penuh tekanan yang dikenakan kepada media-media asal Rusia. Ia juga menegaskan, "Tindakan pemerintah AS tidak akan dibiarkan begitu saja". Menurut Zakharova, pemerintah AS kini berusaha untuk meyakinkan dunia bahwa sanksi ini adalah langkah sinis dalam upaya mereka melawan 'campur tangan' yang disebut-sebut terjadi. Lebih jauh, Zakharova menuduh pemerintah AS melakukan serangan terhadap kebebasan berekspresi secara global. Sebelumnya, Departemen Keuangan AS telah mengeluarkan sanksi terhadap grup media internasional Rossiya Segodnya, termasuk Direktur Jenderalnya, Dmitry Kisilyov, serta organisasi TV-Novosti dan LSM Eurasia. Pemerintah AS menyatakan bahwa sanksi dijatuhkan berdasarkan dugaan 'kegiatan pengaruh terselubung' yang dilakukan oleh grup media tersebut dan menilai bahwa kegiatan itu bukan bagian dari praktik *jurnalistik* yang sah. ANTARA