JAKARTA –
**Borneonews - Hebron**, Seorang perempuan Palestina yang sedang mengandung mengalami keguguran setelah rumahnya digeledah oleh pasukan militer Israel di kota Hebron, Tepi Barat. Insiden ini terjadi pada hari Minggu, dan laporan tersebut berasal dari media lokal di kawasan tersebut. Dalam penggerebekan yang terjadi, sejumlah rumah di wilayah selatan Hebron disasar oleh pasukan Israel. Salah satu korban dalam insiden tersebut adalah seorang pria Palestina dan istrinya, yang mengalami keguguran akibat penyerangan tersebut. Setelah kejadian, sang istri langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan medis yang diperlukan. Di luar insiden keguguran ini, situasi di Hebron semakin memburuk. Para pemukim ilegal Israel dilaporkan telah melakukan serangan terhadap warga Palestina di beberapa area di Kota Tua Hebron. Pada malam hari sebelumnya, kelompok pemukim bersenjata melaksanakan sebuah pawai yang dimulai dari Masjid Ibrahimi, dimana mereka melakukan perusakan terhadap beberapa rumah dan properti yang mereka lewati. Ketegangan antara warga Palestina dan pasukan Israel kian meningkat di Tepi Barat, yang juga diperburuk oleh serangan militer besar-besaran yang sedang berlangsung di Gaza. Sejak 7 Oktober, serangan tersebut dilaporkan telah mengakibatkan hampir 41.200 orang tewas, di mana sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa setidaknya 703 orang—termasuk 159 anak—telah kehilangan nyawa mereka di Tepi Barat, dengan lebih dari 5.700 lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut. Eskalasi konflik ini terjadi setelah Mahkamah Internasional mengeluarkan pendapat pada 19 Juli, yang menyatakan bahwa pendudukan Israel di tanah Palestina selama beberapa dekade terakhir adalah ilegal. Mahkamah tersebut juga mendesak agar semua pemukiman yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur segera dikosongkan. ANTARA