MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Barat, Komisaris Besar Polisi Budi Yudantara, menegaskan bahwa Mako Polri seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kejadian kematian seorang tahanan yang terjadi di Polres tidak boleh terulang kembali. Budi Yudantara mengungkapkan pandangannya saat melakukan kunjungan di Polres Polewali Mandar. Ia menyampaikan bahwa Mako Polri, termasuk di dalamnya tahanan, harus berfungsi sebagai *safe house* bagi masyarakat, khususnya bagi tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana. Kunjungan tersebut sebagai respons atas kematian tahanan bernama RN pada 11 September, yang memicu perhatian luas dari publik. Dalam kesempatan tersebut, Budi Yudantara memberikan arahan kepada seluruh anggota Polres Polewali Mandar. Ia menganggap penting untuk meningkatkan disiplin personel serta pelaksanaan tugas yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Ia juga mengingatkan kepada semua personel, terutama mereka yang bertugas sebagai penyidik dan pengawal tahanan, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan. Lebih lanjut, Budi Yudantara menekankan perlunya menghindari perilaku yang dapat merusak citra Polri. Ia menginstruksikan agar para anggota tetap berhati-hati dan menjauhi tindakan yang mungkin berpotensi mencederai reputasi institusi. Sebagai bagian dari langkah untuk meningkatkan transparansi dalam penegakan hukum, Ia meminta Kapolres Polewali Mandar untuk memasang kamera pengawas (*CCTV*) di seluruh ruang pemeriksaan dan ruang tahanan. Ini dianggap sebagai langkah serius dan bukan hanya kebijakan Budi Yudantara, melainkan juga merupakan perhatian dari pimpinan Polri secara keseluruhan. Dalam penanganan kasus tindak pidana, ia menegaskan pentingnya untuk tidak terlibat dalam tindakan ilegal baru, seperti pungutan liar atau kekerasan selama proses penyidikan. Budi Yudantara berpendapat bahwa Polri seharusnya dihuni oleh orang-orang yang berperilaku baik. Ia menekankan bahwa kelompok yang berperilaku tidak baik merupakan minoritas dan menyerukan untuk mengikuti arus mayoritas sebagai orang baik. Menghadapi sorotan publik yang semakin tajam terhadap institusi Polri, Budi Yudantara meminta kepada semua personel untuk tidak terlibat dalam tindakan yang bisa merusak citra Polri. Ia mengingatkan bahwa jika seseorang tidak mampu untuk memperbaiki citra institusi dengan prestasi, setidaknya mereka tidak seharusnya berkontribusi dalam memperburuknya dengan tindakan negatif. Kejadian sebelumnya, di mana tahanan bernama RN, terduga kasus pencurian, dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi yang mencurigakan, dengan beberapa luka lebam di tubuhnya, semakin mendorong pentingnya perhatian terhadap kondisi di lapangan dan keamanan para tahanan. ANTARA