BORNEONEWS, Kasongan - Meski memasuki Agustus 2016 ini curah hujan masih terjadi di wilayah Kabupaten Katingan, namun warga tetap diimbau agar tidak membakar lahan dan hutan pada musim kemarau ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Icing, Sabtu (30/7/2016) mengatakan, lahan gambut di wilayahnya sangat rentan sekali terjadinya kebakaran itu.
"Akhir bulan Juni sampai awal Juli kemarin curah hujan sangat jarang, akibatnya muncul titik api di sejumlah wilayah kecamatan," kata Icing.
Beruntung, kata Icing, pertengahan Juli hingga sekarang curah hujan kembali terjadi, hingga menyebabkan titik api yang sempat muncul kemudian padam.
"Kita juga bersyukur dengan ada hujan itu, sebab sangat membantu sekali dalam mencegah kebakaran lahan dan hutan itu," katanya.
Untuk itu, Icing mengimbau kepada masyarakat, terutama petani yang ingin membuka lahannya pada bulan Agustus ini agar tidak melakukannya dengan cara bakar.
Ini untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan pada musim kemarau ini. "Kita tidak tahu besok atau beberapa hari kedepan, sebab cuaca bisa berubah setiap waktu," imbuh Icing.
Sementara, menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Katingan Hap Baperdo, pihaknya telah memasang spanduk imbauan agar tidak membakar lahan dan hutan, serta dampak yang bakal ditimbulkan di sejumlah wilayah, terutama daerah yang rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hap Baperdo menuturkan, selain di Kecamatan Katingan Hilir, spanduk imbauan agar tidak membakar lahan pada musim kemarau itu juga dipasang di Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Katingan Kuala, Mendawai, Tewang Sanggalang Garing, Pulau Malan dan Kecamatan Katingan Tengah serta di wilayah bagian hulu.
"Spanduk imbauan tidak membakar lahan pada musim kemarau itu dilakukan agar masyarakat paham bahwa membakar lahan secara sembakaran saat kemarau itu dilarang," kata Hap Baperdo. (ABDUL GOFUR/m)








