JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dalam sebuah pernyataan resmi, Redaktur Pelaksana Kantor Berita Nasional ANTARA, Suryanto, menegaskan dukungannya terhadap keputusan kelompok media BRICS dalam upaya melawan penyebaran berita palsu. Menurut Suryanto, kerja sama antar media dalam pengembangan dan adopsi teknologi baru menjadi semakin penting di zaman yang serba cepat dan penuh informasi ini. Suryanto menjelaskan bahwa individu atau kelompok yang terlibat dalam pembuatan serta distribusi berita palsu sering kali tidak mempertimbangkan dampak luas dari tindakan mereka terhadap masyarakat global. Ia menekankan bahwa media BRICS harus bergerak secara kolektif untuk melawan penyebaran *fake news*, guna mendorong terciptanya keharmonisan di seluruh dunia. Lebih lanjut, Suryanto mengusulkan agar media anggota BRICS saling berkolaborasi dalam menghadapi tantangan ini dengan cara berbagi informasi yang jelas dan berbasis fakta. Pemberitaan yang jujur dan tepat sasaran harus menjadi prioritas, demi memberikan kebenaran kepada publik. Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Utama Kantor Berita Nasional ANTARA, Akhmad Munir, juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan lingkungan media yang menempatkan nilai kebenaran dan keberagaman di garis depan. Dalam pidatonya di KTT Media BRICS 2024 yang berlangsung di Moskow, Rusia, Munir menyerukan agar semua pihak terus berkolaborasi demi menciptakan dunia yang lebih harmonis. Sementara itu, Direktur Jenderal Kantor Berita TASS Rusia, Andrey Kondrashov, menjelaskan bahwa KTT Media BRICS diadakan sebagai upaya untuk memperkuat peran media dalam perubahan menuju dunia multipolar. BRICS, menurut Kondrashov, merupakan kekuatan yang memiliki pengaruh signifikan dalam berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan kemanusiaan. Kondrashov menekankan pentingnya koordinasi tindakan antara pemimpin negara dan pemimpin media dari negara-negara BRICS untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih adil. KTT tersebut berlangsung dari 13 hingga 17 September 2024 dan membahas berbagai tema strategis, seperti “Peran Komunikasi Media BRICS dalam Memperkuat Stabilitas dan Kerja sama dalam Dunia Multipolar” serta “Media BRICS: Transformasi Teknologi dalam Perjalanan ke Dunia Baru.” Acara ini menghadirkan pemimpin media dari negara-negara BRICS serta negara-negara lain yang berkeinginan untuk bergabung. Para peserta KTT menyadari pentingnya media dalam menjaga dan memperkuat dialog internasional dan setuju untuk berkomitmen memberikan liputan yang komprehensif di setiap interaksi dalam konteks BRICS dan BRICS+, mencakup aspek politik, ekonomi, dan sosial kemanusiaan. Dari deklarasi akhir KTT Media BRICS 2024, dinyatakan bahwa peserta akan terus berpegang pada prinsip *fact-based journalism* yang tidak memihak dan siap untuk berkolaborasi memerangi informasi yang menyesatkan. Mereka juga menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hak-hak jurnalis dan perlindungan keselamatan mereka, terutama dalam kondisi konflik militer. BRICS, yang dibentuk pada tahun 2009 dengan anggota awal Brasil, Rusia, India, dan China, serta kehadiran Afrika Selatan pada tahun 2011, telah berkembang dan pada Desember 2023 menambah beberapa negara baru ke dalam kelompok tersebut. Meskipun demikian, BRICS memilih untuk tetap menggunakan akronim tersebut sebagai identitas mereka. ANTARA