BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa sektor perkebunan memegang peranan vital sebagai penyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan nilai ekspor Indonesia. Dalam kesempatan yang berlangsung pada pameran Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada hari Minggu, Sudaryono menekankan pentingnya upaya maksimal untuk meningkatkan nilai tambah dari berbagai komoditas perkebunan, serta memperkuat hilirisasi industri tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebagai pemerintah, mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat, baik itu petani, pelaku usaha, maupun kompetisi dalam sektor pertanian, sehingga terbentuk bisnis yang saling menguntungkan. Di tengah tantangan yang dihadapi, Sudaryono menekankan pentingnya inovasi dan pencapaian baru dalam pembangunan. Ia menggarisbawahi bahwa inovasi dan keterlibatan generasi muda sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang baru dan konstruktif. "Mari manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memahami dan mempelajari seluk-beluk perkebunan, termasuk inovasi-inovasi yang ada. Harapannya adalah agar generasi muda terinspirasi untuk berkontribusi dalam sektor perkebunan," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, menjelaskan bahwa ajang Bunex 2024 menyediakan platform bagi seluruh pemangku kepentingan dalam sector perkebunan untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan berinovasi. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mencapai keselarasan dalam kegiatan kewirausahaan di subsektor perkebunan yang inovatif, berdaya saing, dinamis, dan saling mendukung. Dia juga menekankan bahwa acara Bunex ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan koordinasi dan harmonisasi antara pelaku dalam pembangunan sektor perkebunan. Namun, juga berperan penting dalam memberikan wawasan, pengetahuan, dan informasi mengenai capaian pembangunan perkebunan berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian integral dari upaya pencapaian ketahanan pangan dan energi. Heru menambahkan bahwa Bunex memiliki potensi besar sebagai wadah untuk pengembangan bisnis dan kewirausahaan, serta perdagangan produk-produk perkebunan yang kompetitif di setiap rantai pasok. Kegiatan Bunex tahun 2024 ini digelar selama tiga hari dari tanggal 12 hingga 14 September dengan tema "Perkebunan Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045." Acara tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat dengan berbagai rangkaian aktivitas. Salah satu yang mencolok adalah pameran yang memamerkan produk unggulan dari sektor perkebunan, alat dan mesin pertanian, serta hasil riset dan teknologi. Acara ini juga melibatkan dukungan dari lembaga sertifikasi dan pelatihan. Di dalam pagelaran Bunex, teknologi dan inovasi juga ditampilkan, termasuk implementasi *biodiesel* B50, yang bertujuan mendukung Indonesia menjadi mandiri dalam pangan dan energi. Pengunjung juga disuguhi berbagai inovasi dalam pengolahan kelapa sawit, seperti menghasilkan minyak goreng untuk kebutuhan pangan dan *biodiesel* untuk energi. Aktivitas lainnya termasuk *talkshow*, Forum Investasi (*Business Matching*), dan demontsrasi alat serta mesin pertanian. Bunex 2024 diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta pengusaha milenial dalam sektor perkebunan. Melalui penyelenggaraan Bunex 2024, para penyelenggara ingin menegaskan kepada publik bahwa sektor perkebunan terus berkembang dan beroperasi dengan prinsip berkelanjutan, serta dibangun atas dasar kolaborasi yang fokus dan responsif. ANTARA