BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan telah menerima empat helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penerimaan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mungkin terjadi. Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Raden Suria Fadliansyah, mengungkapkan bahwa pengadaan helikopter ini merupakan sebuah langkah proaktif yang diusulkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan kepada BNPB. Usulan tersebut bertujuan untuk mencegah karhutla yang berpotensi disebabkan oleh musim kemarau yang sedang berlangsung. Dalam pernyataannya di Banjarbaru, Suria mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kepala BNPB dan jajarannya yang telah responsif terhadap usulan mereka. Ia menilai pengadaan helikopter patroli dan helikopter *water bombing* ini sangat penting dalam rangka penanganan karhutla. Usulan diajukan pada tanggal 29 Agustus 2024, dan BNPB merespons dengan mengirimkan empat unit helikopter dalam beberapa tahap. Di antara helikopter yang tiba adalah tipe AS355F1 yang digunakan untuk patroli serta tipe MI8 yang diperuntukkan bagi aksi *water bombing*, yang telah tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, pada hari Minggu. Selanjutnya, helikopter *water bombing* tipe Blackhawk dijadwalkan akan tiba pada hari Senin, 16 September, sementara helikopter patroli tipe Cessna akan datang pada hari Kamis, 19 September. Suria menambahkan bahwa keberadaan helikopter tersebut sangat mendukung operasional penanggulangan karhutla dan akan meningkatkan efektivitas upaya tersebut. Meskipun hingga saat ini penanganan karhutla masih dapat dilakukan oleh tenaga kebencanaan dan pihak terkait lainnya, tetapi keberadaan sarana dan prasarana seperti helikopter sangat diperlukan. Ia juga menekankan pentingnya semua pihak untuk mempersiapkan diri mengingat cuaca saat ini sudah menunjukkan gejala panas yang ekstrem. Kesiapsiagaan menjadi prioritas utama yang harus dilakukan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia, sehingga dampak dari karhutla tidak meluas seperti yang terjadi pada tahun lalu akibat fenomena kemarau yang berkepanjangan. Suria menyebutkan bahwa operasi modifikasi cuaca telah dilakukan, dan tindak lanjut mengenai hal ini akan dipertimbangkan. Sebagai langkah ke depan, BPBD berencana untuk memperkuat empat pilar penanggulangan bencana, yaitu memperkuat regulasi terkait bencana, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan sarana dan prasarana, serta memperkuat kerjasama dan kolaborasi antara semua pihak terkait. ANTARA