BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kalimantan Selatan (Bawaslu Kalsel) telah mengambil langkah proaktif dengan melibatkan 200 pelajar dari sekolah menengah atas (SMA) sederajat untuk berperan sebagai pengawas partisipatif dalam rangka pemilihan kepala daerah (*Pilkada*) yang akan berlangsung serentak pada tahun 2024. Ketua Bawaslu Kalsel, Aries Mardiono, menjelaskan bahwa para pelajar tersebut berasal dari 20 sekolah yang berada di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Sebelum menjalankan tugasnya, mereka telah menerima pembekalan terkait dengan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas. Dalam sesi pembekalan tersebut, pelajar diberikan pengetahuan mengenai berbagai jenis pelanggaran yang dapat merusak fundamental demokrasi. Selain itu, mereka juga menandatangani komitmen bersama untuk mendukung dan mengawasi jalannya *Pilkada*, serta berkewajiban untuk melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran kepada Bawaslu. Aries Mardiono menegaskan bahwa keterlibatan pelajar ini adalah upaya Bawaslu untuk membangun jaringan pengawas partisipatif. Dengan adanya keterlibatan ini, diharapkan dapat terbentuk komunitas yang memiliki kepedulian tinggi terhadap penyelenggaraan *Pilkada*. Sebagai pemilih pemula, pelajar memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan hasil pemilihan tahun ini, mengingat jumlah pemilih dari kalangan ini cukup signifikan. "Kehadiran mereka di tempat pemungutan suara (*TPS*) tidak hanya sebatas memberikan hak suara, tetapi juga berperan aktif dalam mengawasi berlangsungnya proses demokrasi yang jujur dan adil," ujar Aries. Saat ini, tahapan *Pilkada* 2024 sudah memasuki fase pencalonan kepala daerah, yang akan dipilih oleh masyarakat pada hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024. ANTARA