**Borneonews - Medan**, Cabang olahraga karate akan menjadi salah satu tontonan menarik pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 16 hingga 19 September 2024, dengan total 17 medali emas yang akan diperebutkan.
Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Karate, Zulkarnaen Purba, mengungkapkan bahwa selain 17 medali emas, terdapat pula 17 medali perak dan 34 medali perunggu yang diperebutkan di kategori perorangan. Pertandingan karate akan dilangsungkan di Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan total 17 nomor yang akan dipertandingkan selama empat hari.
Dalam hal nomor pertandingan, untuk putra akan ada kategori *Kata* individual, *Kata* beregu, serta berbagai kategori *Kumite* dengan bobot yang berbeda, yaitu 55 kg, 60 kg, 67 kg, 75 kg, 84 kg, dan di atas 84 kg. Selain itu, terdapat juga kategori *Kumite* beregu putra. Sementara untuk nomor putri, kategori yang akan dipertandingkan meliputi *Kata* individual, *Kata* beregu, serta kategori *Kumite* dengan bobot 50 kg, 55 kg, 61 kg, 68 kg, dan di atas 68 kg, beserta *Kumite* beregu putri.
Zulkarnaen menekankan bahwa PON XXI Aceh-Sumut adalah momen penting bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ia mencatat bahwa kekuatan atlet dari masing-masing provinsi kini semakin merata, sehingga dipastikan setiap pertandingan akan menyajikan pertarungan yang menghibur dan berkualitas.
Sebelumnya, Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) berharap agar cabang olahraga karate tetap bersih dari kasus doping, dan sejauh ini karate menjadi satu-satunya cabang yang tidak memiliki kasus doping. Ketua Umum IADO, Gatot S. Dewa Broto, menyampaikan pentingnya pendidikan yang baik dalam olahraga karate untuk menjaga integritas atlet.
Gatot juga mengingatkan pelatih dan manajer untuk bersama-sama mengawasi konsumsi makanan atau obat-obatan oleh atlet. Sering kali, atlet tidak menyadari kandungan yang terdapat dalam obat yang mereka konsumsi. Oleh sebab itu, disarankan agar segala penggunaan obat, terutama saat atlet sakit, harus dikonsultasikan dengan tim kesehatan kontingen yang mempunyai pemahaman mendalam tentang edukasi anti-doping.
Dengan semua langkah pencegahan dan edukasi yang dilakukan, diharapkan prestasi dan kehormatan dalam perhelatan PON tetap terjaga, terutama dalam cabang olahraga yang berpotensi tinggi seperti karate.
ANTARA
PON XXI Aceh-Sumut, Karate Berebut 17 Medali Emas Di Unimed
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







