**Borneonews - Banda Aceh**, Pedagang suvenir di Pasar Aceh tengah merasakan dampak positif dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatra Utara. Momen ini memberikan peluang bagi mereka untuk meningkatkan penjualan dan menarik lebih banyak pengunjung.
Noviyanti, pemilik Toko Novi di Pasar Aceh, menyatakan bahwa beberapa kontingen sudah mulai berbelanja di tokonya. Ia mencatat kehadiran kontingen dari berbagai daerah, termasuk Medan, Papua, dan Jawa Barat, meski pengunjung yang datang masih terbilang sedikit.
"Walaupun jumlahnya belum banyak, saya tetap bersyukur karena omzet penjualan kami mengalami sedikit peningkatan," jelasnya. Pada hari-hari biasa, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp800.000. Namun, selama PON berlangsung, angka tersebut bisa meningkat hingga mencapai Rp1 juta per hari, meski kadang-kadang bisa berubah-ubah.
Toko Novi menawarkan berbagai jenis suvenir khas Aceh, seperti pakaian, kopiah, serta makanan tradisional, antara lain lontong paris, bolu bhoi, dan pisang sale. Selain itu, kopi Gayo dan kopi Aceh juga tersedia dengan harga bervariasi mulai dari Rp25.000 hingga Rp150.000.
"Kaos adalah item yang paling banyak dicari, saya jual seharga Rp100.000 untuk tiga kaos. Selain itu, daster dan tas juga cukup laris," ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Enny Watty, seorang pedagang suvenir lainnya di lokasi yang sama. Ia melaporkan bahwa beberapa kontingen PON XXI juga mampir ke tokonya untuk membeli suvenir.
"Saya sudah melayani pengunjung dari kontingen Padang, Jambi, Jakarta, dan Bali," ujarnya, mengisahkan bahwa mereka umumnya membeli berbagai suvenir, seperti kaos dan tas, sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah asal mereka. Meskipun demikian, ia mencatat bahwa jumlah pembeli masih terbilang sedikit, mempertanyakan sepinya pengunjung meskipun acara sudah berlangsung setengah jalan.
Meskipun modis, Enny tetap optimis dan berharap agar lebih banyak kontingen berkunjung ke tokonya sebelum PON berakhir pada 20 September mendatang.
PON XXI 2024 dimulai dengan pembukaan resmi oleh Presiden RI Joko Widodo di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada 9 September. Meskipun demikian, pertandingan di sejumlah cabang olahraga telah dimulai sejak awal bulan September 2024.
Ajang PON tahun ini merupakan yang pertama kali dijadikan pentas olahraga multi-event nasional yang diselenggarakan di dua provinsi sekaligus, yaitu Aceh dan Sumut. Kegiatan ini meliputi 65 cabang olahraga, 87 disiplin, dan 1.042 nomor pertandingan yang tersebar di 20 kabupaten dan kota di kedua provinsi tersebut.
Menariknya, empat daerah otonomi baru, yaitu Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan, ikut berpartisipasi dalam PON. Selain itu, kontingen dari Ibu Kota Nusantara (IKN) juga turut serta dalam acara ini. Sebanyak kurang lebih 13.000 atlet akan bersaing untuk meraih prestasi terbaik mereka hingga upacara penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2024.
ANTARA
Pedagang Suvenir Pasar Aceh Manfaatkan PON XXI untuk Naikkan Omzet
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
Komentar (0)
Memuat komentar…







