JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pelatih panahan dari Jawa Timur, Lilies Handayani, menegaskan bahwa teknik yang dimiliki oleh para atletnya menjadi faktor kunci di balik keberhasilan kontingen Jawa Timur dalam meraih medali pada nomor *recurve* di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumut pada tahun 2024. Dalam ajang tersebut, Jawa Timur berhasil meraih dua medali emas melalui nomor tim *recurve* putri dan tim *recurve* mixed. Pada pertandingan tim *recurve* putri, kontingen Jawa Timur yang terdiri dari Diananda Choirunisa, Ayu Mareta, dan Putri Kharina Rachmayanti berhasil mengalahkan tim dari Jawa Tengah yang diperkuat oleh Chatarine Thea Darma, Fathiyya Erista Maharani, serta Vinethea Nattasha Armayasari dengan skor telak 6-0 di babak final. Sementara itu, pada nomor tim *recurve* mixed, Diananda Choirunisa yang berkolaborasi dengan Riau Ega juga menunjukkan performa gemilang dengan sukses mengatasi tim dari Jawa Tengah yang terdiri dari Fathiyya Erista Maharani dan Daffa Indika Haidar, dengan skor 5-1. Dalam wawancara dengan media, Lilies Handayani mengungkapkan tantangan dalam mendapatkan posisi menembak yang ideal, terutama saat kondisi angin kencang. Ia menekankan pentingnya latihan yang baik dan penguasaan teknik oleh para atlet. "Mendapatkan posisi yang nyaman untuk menembak itu tidak mudah. Namun, jika teknis dan fisik mereka sudah kuat, tantangan dari angin besar ini hanya memerlukan penyesuaian peralatan yang perlu dilakukan," jelas Lilies. Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi pengaruh positif yang dihasilkan dari pola pengembangan yang diterapkan di Jawa Timur. Salah satu strateginya adalah dengan mengadopsi *role model* yang mampu membantu atlet lainnya selama berlatih maupun bertanding. Konsep ini telah diterapkan sejak zaman Lilies hingga kini, yang juga bertepatan dengan era kemunculan Diananda Choirunisa sebagai salah satu atlet berprestasi. "Pada masa lalu, cukup sulit untuk mendapatkan akses informasi. Namun, saat ini dengan adanya media sosial, terutama dengan keberhasilan Diananda yang sudah menjadi olimpian dan sukses dalam peringkat yang lebih tinggi, masyarakat, terutama di Jawa Timur, bisa melihat hal-hal positif ini. Salah satu cara yang paling sederhana ini adalah melalui latihan bersama," ungkapnya optimis. Sebagai penutup, perlu dicatat bahwa Lilies Handayani, yang sebelumnya juga merupakan atlet panahan yang meraih medali perak di Olimpiade Seoul 1998, kini telah membawa tim Jawa Timur meraih total tiga medali emas di PON Aceh-Sumut 2024, setelah sebelumnya berhasil mengumpulkan satu medali emas di nomor individu *recurve* putri. ANTARA