BATAM –
**Borneonews - Tanjungpinang**, Polres Bintan, di bawah naungan Polda Kepulauan Riau (Kepri), telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pengamanan sehubungan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang menikmati libur panjang pada akhir pekan ini. Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bintan, Iptu Missyamsu Alson, menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah mengadakan patroli malam di lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Tujuan dari patroli ini adalah untuk mencegah potensi gangguan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (*kamtibmas*), seperti pasar malam dan gedung olahraga yang terletak di Kecamatan Gunung Kijang. Pada siang hari, fokus patroli dialihkan ke lokasi-lokasi wisata, agar masyarakat dapat menikmati waktu libur dengan rasa aman dan nyaman, termasuk di pantai. Alson menyatakan, "Pengamanan akan dipusatkan di tempat-tempat yang banyak dikunjungi masyarakat selama liburan, seperti pantai." Lebih lanjut, petugas kepolisian juga berperan aktif dalam memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga situasi yang kondusif. Dialog dengan tokoh masyarakat dan pemilik usaha dilakukan untuk bersama-sama memantau potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di wilayah masing-masing. Sasaran utama dalam patroli Polres Bintan mencakup pengawasan terhadap tindakan premanisme, pencegahan pencurian dengan kekerasan serta pencurian biasa, dan pencurian kendaraan bermotor. Patroli juga berupaya untuk mengantisipasi balap liar, penyalahgunaan narkoba, serta penggunaan senjata tajam. Jadwal libur panjang kali ini dimulai sejak hari Sabtu dan berlangsung hingga Senin, 16 September, yang juga merupakan hari libur memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W. Pada hari Minggu, puluhan personel Polres Bintan dan Polsek Gunung Kijang dikerahkan untuk melakukan patroli di tempat-tempat wisata yang berada di sepanjang Pantai Trikora. Dalam kesempatan ini, petugas juga memberikan peringatan kepada para wisatawan untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama saat berenang di pantai, mengingat kemungkinan cuaca ekstrem, seperti angin kencang, yang belakangan ini melanda wilayah Bintan. Alson menekankan, "Niat untuk bersenang-senang jangan sampai berujung pada kesedihan karena kecelakaan di laut, khususnya saat berenang." ANTARA