**Borneonews - Banjarbaru**, Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (*karhutla*) yang melanda area seluas sekitar 13 hektare di perbatasan antara Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.
Kebakaran tersebut terjadi di wilayah Landasan Ulin Barat, tepatnya di Jalan Golf Ujung. Salah satu anggota Babinsa, Serka Kuwat, menjelaskan bahwa tim yang turut serta dalam upaya pemadaman terdiri dari berbagai lembaga, termasuk BPBD Provinsi Kalsel, Babinsa, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, BPBD Kabupaten Banjar, BPBD Kota Banjarbaru, serta dua unit Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), yaitu Siaga Laura dan BPK BSN.
Dalam menjalankan tugasnya, BPBD Provinsi Kalsel menerjunkan kendaraan tangki untuk mendapatkan sumber air. Beberapa tim dikerahkan secara bersamaan untuk berkolaborasi dalam mengatasi situasi api yang menyala di lapangan. Informasi mengenai kebakaran ini pertama kali diterima dari pihak BPK Siaga Laura yang berada di lokasi.
Meskipun Serka Kuwat belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran, dia mengisyaratkan bahwa peristiwa tersebut diperkirakan telah berlangsung sejak sehari sebelumnya. Dia juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah daerah dalam pelaksanaan penanggulangan *karhutla* agar lebih responsif dan optimal.
"Saat ini, relawan bekerja tanpa mengenal waktu, siang dan malam, langsung bergerak setiap kali muncul api," ungkapnya.
Sebelumnya, BPBD Provinsi Kalsel telah mendapatkan dukungan berupa empat unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi situasi kebakaran hutan dan lahan. Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, menjelaskan bahwa pengadaan helikopter ini merupakan respons cepat yang diusulkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan kepada BNPB untuk mencegah terjadinya *karhutla* lebih lanjut akibat kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.
Dalam pernyataannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB dan tim yang telah merespon usulan tersebut dengan cepat, sehingga helikopter untuk patroli dan *water bombing* dapat segera didatangkan. Permohonan tersebut diajukan pada 29 Agustus 2024 dan BNPB telah mengirimkan empat helikopter secara bertahap. Di antara yang diterjunkan adalah helikopter tipe AS355F1 untuk operasi patroli dan helikopter *water bombing* tipe MI8 yang mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru pada hari ini.
Selain itu, helikopter tipe *water bombing* jenis Blackhawk direncanakan akan tiba pada hari Senin, 16 September, sedangkan helikopter patroli jenis Cessna dijadwalkan tiba pada hari Kamis, 19 September mendatang. Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen kuat dari semua pihak untuk menangani bencana *karhutla* secara serius dan terkoordinasi.
ANTARA
Tim Gabungan Tangani Kebakaran Hutan 13 Hektare di Banjarbaru
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Komentar (0)
Memuat komentar…







