SEMARANG –
**Borneonews - Banda Aceh**, Kontingen Jawa Timur berhasil membawa pulang medali emas dalam empat kategori pertandingan cabang olahraga *gantole* pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara. Upacara penghormatan bagi para pemenang berlangsung di Bandar Udara Rembele, Takengon, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada hari Minggu. Empat kategori yang diraih medali emas oleh tim Jatim meliputi: ketepatan mendarat (KTM) kelas B, lintas alam (*cross country*) perorangan kelas A, lintas alam perorangan kelas B, dan lintas alam beregu kelas A. Abdul Mustopa, salah satu atlet dari Jatim, menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi selama perhelatan adalah kondisi cuaca, terutama adanya angin kencang yang menyulitkan penerbangan *gantole*. "Saya sudah mengikuti lima kali PON. Di PON Kalimantan Timur dan Riau, saya meraih masing-masing satu medali emas," ungkap Abdul, yang lahir di Bangkalan pada 4 Juni 1980. Untuk PON Aceh-Sumut kali ini, dia telah melakukan persiapan matang selama setahun. Hasilnya, ia sukses meraih medali emas di dua kategori, yaitu lintas alam kelas A perorangan dan beregu. "Latihan saya sudah disesuaikan dan dilakukan di Jember. Namun, di sini anginnya cukup kencang dan sering kali mendung. Akibatnya, saya tidak berani untuk terbang lebih tinggi," lanjutnya. Di sisi lain, Ariiq Sufyan Gantha Nreswara, yang juga mewakili Jawa Timur dan berhasil menyabet dua medali emas, mengungkapkan bahwa ini adalah kali pertama ia berpartisipasi dalam ajang olahraga nasional tersebut. Ariiq, yang lahir di Surabaya pada 5 Desember 1994, baru mulai tertarik dengan *gantole* pada tahun 2021, dan kini ia telah berkesempatan untuk turut serta dalam PON Aceh-Sumut. "Saya tidak menyangka bisa mendapatkan medali emas. Apalagi, dapat berdiri di podium sudah merupakan sebuah kejutan, lebih-lebih bisa meraih dua medali emas," kata ayah satu anak ini. Ariiq berhasil memenangkan dua kategori, yaitu KTM kelas B dan lintas alam perorangan kelas B, yang ia persembahkan untuk anaknya tercinta. "Kesulitan yang dihadapi, lebih kepada masalah angin kencang, yang rata-rata berkecepatan di atas 15 kilometer per jam. Selain itu, sering terjadi turbulensi yang kemungkinan disebabkan oleh kontur tanah di lokasi," tambahnya. Secara keseluruhan, kontingen Jawa Timur tidak hanya meraih empat medali emas, tetapi juga berhasil mendapatkan dua medali perak dan satu medali perunggu. Medali perak diraih pada nomor KTM kelas A dan lintas alam beregu kelas B, sementara medali perunggu didapatkan dalam kategori lintas alam kelas A. Cabang olahraga *gantole* di PON XXI Aceh-Sumut mempertandingkan total delapan nomor, yang terdiri dari ketepatan mendarat (KTM) kelas A dan B, serta lintas alam (*cross country*) kelas A dan B. Enam nomor pertandingan telah diselesaikan, dan upacara penghormatan pemenang berlangsung pada hari Minggu (15/9) sore. Sementara itu, kategori lintas alam beregu kelas A dan B, serta nomor pertandingan durasi kelas A dan B, baru akan dimulai pada hari Sabtu ini. Athlet-atlet yang berjuang di cabang olahraga *gantole* pada PON Aceh-Sumut berjumlah 43 orang, berasal dari 15 provinsi, antara lain, Aceh, Sumut, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, terdapat juga atlet yang berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, serta Papua yang turut serta dalam perhelatan ini. ANTARA