JAKARTA –
**Borneonews - Australia**, Seorang peneliti dalam bidang genomik dari Australia telah menciptakan sebuah inovasi dalam pemeriksaan kanker yang dikenal sebagai *DermR Patch*. Uji coba ini hanya memerlukan waktu beberapa detik untuk dilakukan dan berpotensi besar dalam menyelamatkan ribuan jiwa, sebagaimana yang dilaporkan oleh media setempat pada hari Minggu. Stefan Mazy, bersama tim yang terdiri dari empat orang, mengembangkan teknologi ini sebagai alternatif untuk prosedur biopsi yang selama ini menjadi metode umum dalam mendiagnosis kanker kulit. Teknologi ini memanfaatkan jarum mikro, memberikan cara yang lebih cepat dan minim rasa sakit bagi pasien. Mazy menjelaskan bahwa panjang jarum mikro tersebut kurang dari satu milimeter dan dapat menembus sekitar satu milimeter ke dalam kulit untuk mengumpulkan sampel jaringan yang diperlukan. Prosedur pengambilan sampel ini hanya memerlukan waktu sekitar 15 detik dengan sedikit tekanan dan gerakan memutar ringan sebelum tambalan yang digunakan dilepas. Seluruh proses pemeriksaan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit, menjadikannya metode yang efisien dan praktis. Uji klinis pertama untuk teknologi ini telah dilaksanakan di wilayah terpencil Pilbara, Australia Barat, yang diadakan pada bulan Mei lalu. Meskipun hasil akhir dari uji coba tersebut masih dalam proses evaluasi, Mazy menyatakan bahwa hasil awal yang diperoleh menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Rencananya, uji klinis kedua yang lebih luas akan dilaksanakan dalam waktu enam hingga dua belas bulan ke depan, memberikan harapan baru bagi potensi deteksi dini kanker kulit. ANTARA