BANJARMASIN –
**Borneonews - Pelaihari, Kalsel**, Pengelola Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pelaihari yang terletak di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, baru-baru ini telah mendirikan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Inisiatif ini bertujuan untuk membangun kemandirian warga binaan melalui program yang disiapkan secara terstruktur. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Jumadi, memberikan penjelasan mengenai pentingnya program SAE tersebut. Menurutnya, pusat pendidikan yang baru diresmikan ini diharapkan dapat memfasilitasi pembelajaran yang membentuk kemandirian bagi para narapidana. Ia mengungkapkan, “Petugas Rutan telah bekerja keras untuk memberikan pembinaan kepada warga binaan secara optimal melalui berbagai program yang bermanfaat,” ungkapnya. Dalam menjalankan kegiatan, warga binaan Rutan Pelaihari turut berkontribusi dalam mengelola dan merawat berbagai jenis budidaya pertanian dan perkebunan. Beberapa tanaman yang mereka tangani antara lain sawi, kangkung, bayam, terong, dan sayuran lainnya. Hasil dari budidaya ini kemudian dipasarkan, dengan adanya pelanggan tetap yang membeli produk-produk tersebut dari pedagang yang menyuplai ke berbagai pasar setempat. Tidak hanya itu, Rutan Pelaihari juga memiliki komitmen untuk mengembangkan program keagamaan. Salah satu programnya adalah Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Khusus Al-Istiqamah, yang dirancang khusus bagi para warga binaan. Kegiatan ini berfungsi sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan agama, terutama dalam membaca Al Quran, yang diharapkan dapat menjadi bekal saat mereka kembali berinteraksi dengan masyarakat. Jumadi juga mengajak semua pihak untuk membangun sinergi, terutama dengan pemerintah daerah. Hal ini diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Rutan dalam memberikan pembinaan dan pelatihan yang bermanfaat bagi warga binaan. Dengan demikian, diharapkan mereka siap untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukuman mereka. ANTARA