BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur gencar mempromosikan pariwisata di Bumi Habaring Hurung. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menggandeng pengusaha Bali untuk membantu mempromosikan potensi pariwisata.

“Kenapa kami memilih Bali? Karena daerah daerah itu merupakan pintu masuk pariwisata di Indonesia. Harapannya, wisatawan yang berwisata ke Bali, nanti juga berwisata ke Kotawaringin Timur,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur Fajrurrahman, Minggu (31/7/2016).

Tawaran kerjasama itu tidak ditujukan kepada pemerintah daerah, melainkan kepada pengusaha-pengusaha biro perjalanan di Bali. Kerjasama itu bisa dilakukan misalnya dengan membuat paket wisata Bali dan Sampit sehingga usai berwisata di Bali, akan dilanjutkan ke Kotawaringin Timur.

Promosi juga akan dilakukan di Bali untuk lebih memperkenalkan pariwisata Kotawaringin Timur kepada wisatawan lokal dan mancanegara. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan makin sering berpartisipasi dalam kegiatan nasional seperti pementasan seni dan lainnya.

“Potensi pariwisata kita tidak kalah bagus. Selain objek wisata seperti Pantai Ujung Pandaran dan lainnya, kita juga punya wisata budaya yakni tiwah dan simah laut. Ini bisa kita jadwalkan dan kemas secara menarik agar banyak wisatawan luar yang dating,” kata Fajrurrahman.

Tiwah merupakan acara ritual pemeluk agama Hindu Kaharingan yang merupakan bentuk penghormatan terhadap arwah leluhur. Sedangkan simah laut adalah tradisi budaya para nelayan sebagai bentuk syukur sekaligus doa agar hasil tangkapan ikan lebih banyak dan kehidupan mereka lebih baik.

Untuk mengembangkan pariwisata daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggandeng pelaku usaha kepariwisataan seperti biro perjalanan, perhotelan, maskapai penerbangan dan rumah makan. Promosi juga akan digencarkan melalui website maupun sarana lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah, Putu Sudarsana berharap partisipasi semua pihak untuk mengembangkan pariwisata ini, terutama pengusaha perhotelan, rumah makan, biro perjalanan dan juga masyarakat.

“Tanpa adanya dukungan masyarakat upaya ini tidak akan maksimal. Daerah tujuan wisata itu harus dibarengi dengan keramahan masyarakatnya dalam melayani wisatawan yang hendak berkunjung,” ucap Putu. (RAFIUDIN/m)