JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Atlet yang berpartisipasi dalam cabang olahraga *soft tennis*, baik ganda putra maupun putri, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumatera Utara 2024, berhasil memamerkan kebiasaan unik yang mereka terapkan selama bertanding. Kebiasaan ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi permainan mereka. Siti Nur Arasy, salah satu atlet ganda putri dari kontingen Jakarta, berbagi pengalamannya mengenai cara berkomunikasi dengan pasangannya, Julia Michelle Sanger. Menurut Siti, mereka sering menggunakan kode suara saat hendak melakukan servis. Kode tersebut dimaksudkan untuk memberi sinyal bahwa mereka telah siap untuk melanjutkan permainan. “Kami berteriak sebagai tanda kepada partner bahwa kami sudah siap,” jelasnya saat ditemui setelah pertandingan final di Lapangan Soft Tenis Mapolda Aceh pada malam tanggal 15 September. Atlet kelahiran 1998 ini menjelaskan bahwa dalam pertandingan ganda, satu pemain biasanya berada di area dekat net, sedangkan pasangan mereka berada di posisi yang lebih jauh di belakang. Jika atlet yang berada di depan merasa telah siap, ia akan meneriakkan kode tertentu yang mengisyaratkan bahwa atlet di belakang dapat segera melakukan servis. Saat mereka berhasil merebut medali emas di babak final, Julia yang berada di depan net meneriakkan “haik!” untuk memungkinkan Siti melakukan servis dengan cepat. Lebih lanjut, Siti menambahkan bahwa praktek penggunaan kode suara ini tidak terbatas hanya dengan Julia. Ia menekankan bahwa pengunduran di antara pasangan sangat bergantung pada siapa yang mereka temani di lapangan. Pembicaraan kode ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap permainan ganda yang dijalani. Sementara itu, dalam pertandingan final ganda putra, pasangan dari Jawa Barat, Fernando Sanger dan Tio Juliandi, juga menunjukkan kebiasaan unik. Mereka sering meneriakkan kata-kata tertentu, termasuk “yes!”, ketika berhasil mencetak poin. Menurut Tio, teriakan tersebut membantu mereka untuk mengatasi tekanan yang dirasakan selama pertandingan, terutama saat berada dalam momen kritis. “Setiap poin sangat penting dalam permainan *soft tennis*, jadi kami perlu bebas dari tekanan, apalagi di partai puncak,” ungkapnya. Hasil dari strategi dan kebiasaan ini membuahkan hasil yang manis, di mana Fernando dan Tio berhasil meraih medali emas untuk provinsi Jawa Barat setelah mengalahkan Kalimantan Timur dengan skor telak 5-0. Di bawah ini adalah hasil perolehan medali untuk kategori ganda putra dan putri *soft tennis* pada PON XXI 2024: Ganda putra: 1. Medali emas: Fernando Sanger dan Tio Juliandi (Jawa Barat) 2. Medali perak: Muhammad Reski Asrian dan Rizki Zami (Kalimantan Timur) 3. Medali perunggu: Indra Adiguna dan Rafi Rassendra (Jakarta) serta Arham Hadi Darma dan Muhammad Rizki Jabir (Sulawesi Selatan) Ganda putri: 1. Medali emas: Siti Nur Arasy dan Julia Michelle Sanger (Jakarta) 2. Medali perak: Beatrice Chandra dan Dwi Rahayu Pitri (Jawa Barat) 3. Medali perunggu: Ratna Aprilia dan Fitria Widia (Lampung) serta Salsabila dan Erlita Cintia Dewi (Kalimantan Timur). ANTARA