**Borneonews - Jakarta**, Astra baru-baru ini berhasil menempatkan diri dalam jajaran perusahaan terbaik dunia dalam daftar *World's Best Companies of 2024* yang diterbitkan oleh majalah TIME.
Dalam daftar yang disusun bersama lembaga riset Statista, Astra meraih posisi ke-435 dari total 1.000 perusahaan global. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi semua karyawan Astra untuk terus berinovasi dan berkolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan demi memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia, seperti yang disampaikan oleh Kepala Komunikasi Perusahaan Astra, Boy Kelana Soebroto, dalam sebuah pernyataan resmi.
Tak hanya Astra, beberapa perusahaan Indonesia lainnya juga berhasil masuk dalam daftar bergengsi ini. BNI menempati peringkat ke-892, sementara Bank Mandiri menempati posisi ke-914.
*World's Best Companies* merupakan daftar tahunan yang menyoroti perusahaan-perusahaan unggulan di seluruh dunia. Proses penyusunannya melibatkan survei yang dilakukan oleh TIME bekerja sama dengan Statista. Penilaian tersebut didasarkan pada tiga aspek utama: kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, serta data mengenai lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
Di puncak daftar, Apple mendapatkan peringkat pertama, diikuti oleh Accenture, Microsoft, BMW Group, dan Amazon masing-masing di posisi kedua hingga kelima. Menariknya, tidak ada satu sektor industri pun yang mendominasi daftar ini. Meskipun perusahaan teknologi mendominasi empat dari sepuluh posisi teratas, keberagaman sektor terwakili dengan adanya BMW Group, produsen kendaraan asal Jerman, yang berhasil menduduki peringkat keempat. Di sisi lain, Accenture, perusahaan konsultan global yang berbasis di Dublin, menunjukkan performa yang sangat baik di ketiga kategori penilaian, sehingga meraih posisi kedua dalam daftar ini menurut pernyataan yang dirilis oleh TIME di situs web mereka.
ANTARA
Astra Masuk Daftar Perusahaan Terbaik Dunia Versi TIME 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Realisasi KUR Tembus Rp260 Triliun hingga Oktober 2026
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







