BORNEONEWS, Pulang Pisau - Mandau merupakan senjata yang berasal dari kebudayaan dayak di tanah Kalimantan, yang mana mandau juga termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia yang saat ini masih banyak diminati oleh berbagai kalangan terkhusus oleh masyarakat Kalimantan.
Senjata Mandau memiliki berbagai macam bentuk dan rupa, salah satunya ada yang melebar di bagian atas serta pangkal yang tebal dengan sisi cekung cembung pada bilah sehingga senjata ini efektif digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti bepergian ke hutan.
Deden Pranoto, salah seorang pemuda yang menekuni seni mandau di Kabupaten Pulang Pisau mengatakan bahwa dirinya menekuni seni ukir untuk hulu (ganggang) dan kumpang (sarung) mandau dimulai dari Tahun 2022 yang lalu.
"Sebenarnya, kesenian yang saya tekuni ini merupakan keterampilan turun menurun dari kakek, orang tua dan saat ini sampai kepada saya," ucap Deden, Senin, 16 September 2024.
Pria kelahiran Tahun 1993 itu menjelaskan, jenis atau motif dari bilah mandau yang ia buat sama seperti mandau pada umum nya. Akan tetapi, ada perbedaan dari ukiran hulu maupun kumpang yang ia buat.
--page
Untuk ukiran kumpang yang ia buat, perpaduan dari tambun dan sawang batikah dengan menggunakan beberapa kayu seperti gerunggang, ulin dan lainnya. Sedangkan untuk ukiran hulu nya, perpaduan dari kambe rawit dan sawang batikah dengan menggunakan bahan kayu dan bisa juga menggunakan tanduk rusa.
"Untuk waktu pembuatan kumpang dan hulu, masing-masing bisa memakan waktu satu bulan setengah atau lebih tergantung dari kerumitan dan motif ukiran yang diminta," jelasnya.
Lebih lanjut, dari Tahun 2022 lalu ia mengakui sudah ada puluhan mandau yang telah ia buat. Kebanyakan, peminat atau pembeli dari mandau yang ia buat dari kalangan pegawai pemerintahan, kontraktor dan orang-orang yang memiliki hobi mengoleksi barang-barang seni ukir seperti mandau.
"Tidak hanya dari Kalimantan, orang-orang dari tanah Jawa juga sering memesan mandau dari saya. Sedangkan untuk harga mandau yang saya buat sangat berpariasi, dari harga Rp2 juta sampai dengan Rp7 juta rupiah tergantung dari bahan dan motif ukiran yang dibuat," katanya.
Ia menambahkan, dirinya mengakui bahwa pernah mendapatkan prestasi dengan mengikuti event perlombaan pahat ukir ornamen pulang mandau tingkat Kabupaten Pulang Pisau dan meraih juara pertama pada event tersebut. (M PRADILA KANDI/j)









