MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berkomitmen untuk mengoptimalkan pengembangan tiga komoditi utama, yaitu kakao, kopi, dan sukun. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi di daerah tersebut. Kepala BI Perwakilan Sulbar, Gunawan Purbowo, menyatakan bahwa fokus pengembangan terhadap ketiga komoditi tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Dalam sebuah pernyataan, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara BI Sulbar dan Pemerintah Provinsi Sulbar untuk merumuskan strategi yang efektif dalam menghadapi tantangan yang mungkin terjadi selama proses pengembangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah penanganan serangan Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) yang dapat mengancam produksi kakao. Selain itu, kurangnya modal bagi petani untuk perawatan dan pembibitan komoditi kakao juga menjadi isu penting yang perlu diselesaikan. Oleh karena itu, BI Sulbar bersama Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk mengatasi permasalahan ini secara terintegrasi. Di samping itu, mengembangkan kompetensi petani agar lebih mampu dalam mengelola komoditi kopi, kakao, dan sukun juga menjadi bagian dari rencana tersebut. BI Sulbar akan memberikan dukungan dalam pengembangan pengolahan produk agar komoditi tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi saat dipasarkan. Peningkatan dalam penggunaan teknologi modern juga menjadi perhatian utama. BI Sulbar berupaya mengalihkan pengelolaan komoditi dari cara-cara tradisional menuju metode yang lebih modern dan efisien. Dengan demikian, komoditi yang dihasilkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Gunawan berharap, dengan penanganan yang profesional dalam pengembangan, pengolahan, dan pemasaran komoditi tersebut, akan mendorong pertumbuhan investasi di daerah ini. Ia mencatat bahwa produksi komoditi kakao di Sulbar mencapai 67.494 ton per tahun, sedangkan kopi menyentuh angka 4.801 ton per tahun dan sukun mencapai 1.405 ton per tahun. Inisiatif ini diharapkan membawa dampak positif untuk masyarakat dan perekonomian daerah. ANTARA