BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, memberikan apresiasi atas pencapaian kafilah dari Banten yang berhasil menempati posisi sembilan dalam Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXX Tahun 2024 yang berlangsung di Kalimantan Timur. Kafilah Banten memperoleh total nilai 72, yang menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan dengan kompetisi sebelumnya. Dalam keterangan yang disampaikan di Serang, Al Muktabar mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan prestasi yang terus membaik. Dia menggambarkan hasil ini sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa, mencerminkan kerja keras dan dedikasi semua pihak yang terlibat. Mantan walikota ini juga memastikan bahwa Provinsi Banten telah memperbaiki posisi dari perlombaan MTQ XXIX Tahun 2022 yang diadakan di Kalimantan Selatan, di mana Banten tidak berhasil masuk dalam sepuluh besar. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan telah membuahkan hasil yang positif. Al Muktabar menekankan pentingnya memahami makna di balik perlombaan ini. Dia menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi semata. Yang lebih mendasar, menurutnya, adalah penghayatan dan penerapan nilai-nilai dalam *Al-Quran* dalam kehidupan sehari-hari. "Al-Quran adalah panduan dan peta jalan bagi umat manusia menuju kebaikan di dunia dan di akhirat," ujarnya. Dalam acara penutupan MTQ Nasional XXX pada hari Minggu, tanggal 15 September 2024, di Stadion Kadrie Oening Samarinda, diumumkan bahwa kafilah Banten berhasil meraih posisi sembilan, satu langkah yang lebih baik dibanding kompetisi sebelumnya. Provinsi Kalimantan Timur berhasil menjadi juara umum dengan total nilai 579, disusul oleh DKI Jakarta yang memeroleh 478 poin, serta Provinsi Jawa Timur di posisi ketiga dengan 275 poin. Acara penutupan dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa MTQ merupakan bagian penting dalam membentuk karakter bangsa, khususnya bagi generasi muda. Muhadjir menambahkan bahwa melalui ajang ini, generasi muda dilatih untuk mencintai, memahami, dan mengamalkan pesan-pesan dari *Al-Quran*, sebuah langkah strategis dalam mendidik mereka untuk menjadi generasi yang lebih baik di masa depan. ANTARA