JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan dunia usaha demi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sinergi ini dikenal dengan istilah *link and match*. Dalam sebuah pernyataan, ia menyatakan harapannya agar mitra dari kalangan industri dan usaha dapat bekerja sama untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil melalui pendidikan vokasi. Hal ini disampaikannya saat meresmikan SMK Asy-Syarif Mitra Industri di Mojokerto, Jawa Timur, pada hari Minggu, 15 September. Ida juga mencatat bahwa kebutuhan tenaga kerja tidak hanya terfokus pada pasar domestik, tetapi juga untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan akan memprioritaskan lembaga pelatihan yang mampu menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk berbagai peluang kerja di luar negeri. “Apabila semua lembaga pendidikan dan pelatihan tidak hanya berorientasi pada pasar dalam negeri, tetapi juga melihat potensi pasar luar negeri, saya optimis tingkat pengangguran terbuka bisa kita minimalisir,” ujarnya. Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan vokasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan antara lembaga pendidikan dan industri. Ia memperingatkan bahwa tanpa adanya kerjasama ini, visi untuk mencapai Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai. Muhadjir juga menyoroti tantangan Indonesia dalam menghadapi bonus demografi, yang mengharuskan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi fokus perhatian nasional. Menurutnya, Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi bertujuan untuk memanfaatkan bonus demografi ini demi menciptakan generasi masa depan yang unggul. Ia memberikan apresiasi kepada Menaker Ida Fauziyah atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya yang berlangsung di Mojokerto. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam pengembangan SDM yang siap bersaing di pasar kerja global. ANTARA