**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian seorang wisatawan yang berasal dari Bambu Apus, Jakarta Timur, dengan inisial NM (56 tahun). Wisatawan tersebut meninggal dunia diduga karena kelelahan saat menikmati liburan di kawasan wisata Puncak yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam pernyataannya di Cibinong, Asmawa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dari almarhumah. Ia menyatakan bahwa insiden tersebut memberikan pelajaran bagi pemerintah daerah mengenai pentingnya penataan kawasan Puncak sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.
Ia menambahkan, "Kami berupaya menjadikan kawasan wisata ini lebih komprehensif dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas yang diperlukan oleh pengunjung." Harapan Asmawa adalah tinggi, melihat antusiasme masyarakat yang mengunjungi Puncak dapat semakin memotivasi jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memperbaiki dan memaksimalkan penataan daerah wisata ini.
Asmawa juga menekankan komitmennya untuk mengembalikan keindahan Puncak seperti 20 hingga 30 tahun yang lalu melalui penataan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, memberikan keterangan mengenai kronologis kejadian yang menimpa NM. Menurutnya, wanita tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang setelah menikmati wisata di Agro Wisata Gunung Mas, Cisarua, pada malam hari Minggu, 15 September.
Rizky menjelaskan, setelah wisata di Agro, saat di dalam bus, NM mengalami gejala pusing dan sesak nafas. Ia menyampaikan bahwa saat dievakuasi ke sebuah masjid yang ada di kompleks Agro Wisata Gunung Mas, NM menghembuskan napas terakhirnya.
Ia menambahkan bahwa saat itu bus masih berada di area Agro Wisata, yang memudahkan proses evakuasi. Diduga, NM mungkin memiliki penyakit bawaan atau komorbid, dan Rizky menekankan bahwa kematian wanita tersebut bukan disebabkan oleh kesulitan evakuasi akibat kemacetan.
Sementara itu, Satlantas Polres Bogor mencatat bahwa pada hari Minggu, terdeteksi sebanyak 140 ribu kendaraan, baik roda dua hingga roda enam, melintas di jalur wisata Puncak dalam kurun waktu 24 jam.
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur wisata Puncak selama masa libur panjang yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Rekayasa lalu lintas tersebut mencakup implementasi sistem ganjil genap serta sistem *one way* atau satu arah. Ardian menyatakan, "Pelaksanaan rekayasa ini dilakukan secara situasional, tergantung perkembangan dan peningkatan volume kendaraan masuk." Peningkatan yang signifikan pada arus kendaraan di jalur wisata Puncak selama libur panjang kali ini diharapkan dapat dikelola dengan baik.
ANTARA
Duka Wisatawan Meninggal di Puncak, Upaya Penataan Kawasan Meningkat
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







