**Borneonews - Berau**, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa telah terjadi 19 kali gempa susulan yang mengguncang daerah Berau, Kalimantan Timur. Kejadian tersebut berlangsung dari hari Minggu dini hari sampai menjelang pagi pada hari Senin.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, rentetan gempa susulan ini memiliki kekuatan berkisar dari 4,2 sampai 2,8 pada skala *Richter*. Pengamatan terakhir sampai pukul 09.00 WIB mencatat bahwa gempa terbesar terjadi di wilayah Batu Putih, Biduk-Biduk, Berau dengan magnitudo 5,6 yang terdeteksi pada hari Minggu pukul 21.08 Wita.
Daryono menjelaskan lebih lanjut bahwa gempa ini diakibatkan oleh aktivitas sesar Mangkalihat di Berau. Ia menekankan bahwa gempa ini tidak terkait dengan zona megathrust, sehingga tidak berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami.
BMKG berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi ini. Daryono menegaskan bahwa informasi terkini akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia. Ia berharap agar kondisi tektonik di area tersebut dapat segera stabil dan kembali aman.
Peristiwa gempa ini patut menjadi perhatian bagi masyarakat Kalimantan Timur. Daryono mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta mengikuti arahan dari pemerintah. Dalam catatan sejarah, Kalimantan Timur pernah mengalami gempa besar pada 14 Mei 1921, dengan intensitas maksimum VII MMI. Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan di wilayah Sangkulirang, terutama di Pulau Rending atau Teluk Sangkulirang, di mana banyak rumah di daerah Kaliorang dan Sekurau mengalami kerusakan.
Dampak dari gempa yang terjadi di masa lalu ini termasuk munculnya lubang bor yang menyemburkan air, serta terjadinya retakan tanah sepanjang 10 meter dengan lebar 20 centimeter dan kedalaman 2 meter. Fenomena ini menunjukkan terjadinya *likuifaksi*, di mana campuran air, pasir, dan tanah liat keluar dari dalam tanah.
Area yang terdampak oleh guncangan ini memiliki radius hingga 250 kilometer, dan diikuti oleh 10 kali guncangan tambahan yang cukup signifikan. Gempa yang dipicu oleh Sesar Sangkulirang ini juga menyebabkan tsunami yang mengakibatkan kerusakan parah di Sekurau. Daryono menyebutkan bahwa saksi mata dari berbagai sumber literasi mencatat bahwa saat itu tsunami tersebut menggenangi jalan dengan ketinggian mencapai 1 meter.
ANTARA
Gempa Susulan Mengguncang Berau, Kalimantan Timur Terus Dipantau
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Satresnarkoba Polres Seruyan Tangkap Pengedar Sabu di Rungau Raya, 14 Paket Disita
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







