DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Sekitar seribu umat Muslim yang bermukim di kawasan Kampung Islam Kepaon, Bali, merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW meskipun hujan lebat mengguyur Kota Denpasar. Kegiatan ini menunjukkan semangat dan antusiasme masyarakat yang tidak terpengaruh oleh cuaca. Ketua Umum Yayasan Masjid Al-Muhajirin Kampung Islam Kepaon, Fathurrahim, menyatakan bahwa masyarakat tetap berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian acara meskipun curah hujan tidak kunjung reda sejak malam sebelumnya. Dia mencatat bahwa jumlah peserta mencapai lebih dari 500 orang, bahkan mendekati 1.000 orang. Pada pagi hari tersebut, Fathurrahim memberikan sambutan saat Pawai *Ta’aruf*, dan merasakan perhatian serta semangat yang besar dari masyarakat. Tema yang diangkat pada perayaan tahun ini adalah "Semangat Persatuan dan Kecintaan Kepada Rasulullah". Fathurrahim menekankan pentingnya kehadiran tidak hanya dari masyarakat Muslim, tetapi juga tokoh-tokoh dari komunitas Hindu sebagai tanda kebersamaan dan semangat toleransi antarumat beragama. Meskipun hujan masih menyisakan rintik-rintik, warga setempat, terutama pemuda, tetap melaksanakan Pawai *Ta’aruf*. Di samping itu, Kampung Islam Kepaon juga menyajikan sejumlah bade suji yang berisi total 6.000 butir telur dengan hiasan bunga yang indah dan beraneka warna. Fathurrahim menjelaskan bahwa telur melambangkan esensi manusia yang tidak akan berubah meskipun berada dalam berbagai keadaan atau posisi. Acara ini tidak hanya berhenti di pawai, tetapi diwarnai pula dengan pertunjukan Tari *Rodat*, sebuah tarian tradisional asal Kepaon yang selalu ditampilkan dalam setiap perayaan agama. Tarian yang berlangsung selama 20 hingga 30 menit ini menggambarkan nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk selalu kompak dalam melakukan kebaikan. Fathurrahim menambahkan bahwa Tari *Rodat* telah ada sejak sebelum tahun Hijriah dan menjadi salah satu warisan budaya yang dilestarikan hingga saat ini, menandai pentingnya peran Kampung Islam Kepaon di dalam sejarah. Setelah pertunjukan Tari *Rodat* dan Pawai bade suji, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilanjutkan dengan khitanan massal. Saat ini, setidaknya 20 anak telah terdaftar untuk mengikuti acara tersebut. Fathurrahim mengungkapkan bahwa menjelang sore, setelah ceramah, mereka akan membagikan ribuan butir telur sebagai penutup peringatan yang penuh makna ini. ANTARA