JAKARTA –
**Borneonews - Florida**, Kepolisian Amerika Serikat mengumumkan bahwa seorang pria yang diduga terlibat dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump telah ditangkap. Insiden tersebut terjadi di salah satu lapangan golf yang letaknya tidak jauh dari kediaman Trump di Florida. Menurut Sheriff Ric Bradshaw, yang menjabat sebagai kepala kepolisian di wilayah Palm Beach, penangkapan tersebut berhasil dilakukan berkat laporan dari seorang saksi mata. Saksi tersebut menyaksikan pelaku melarikan diri dari area semak-semak sebelum naik ke dalam sebuah mobil Nissan berwarna hitam. Dalam kesempatan konferensi pers yang berlangsung pada hari Senin, Bradshaw menjelaskan bahwa saksi mata tersebut bahkan mampu mengambil foto kendaraan yang digunakan pelaku. Melalui informasi ini, kepolisian dapat melacak mobil tersebut dan menentukan arah yang diambil oleh pelaku, yaitu menuju ke Martin County. Tak lama setelah itu, kepolisian Palm Beach segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian Martin County untuk melakukan penangkapan. Dengan bantuan pihak kepolisian Martin, kendaraan pelaku berhasil dihentikan. Sheriff Bradshaw menjelaskan, "Mereka melihat kendaraan itu, menghentikannya, dan kemudian menangkap pelaku." Melalui proses identifikasi, saksi mata tersebut juga diminta untuk mengonfirmasi apakah orang yang ditangkap benar-benar adalah pria yang tadi dilihatnya melarikan diri dari semak-semak, dan saksi tersebut mengonfirmasi bahwa pelaku yang ditangkap adalah orang yang sama. Dalam penggeledahan yang dilakukan, kepolisian Palm Beach menemukan sebuah senapan serbu jenis AK-47 beserta teropongnya. Selain itu, terdapat juga dua tas punggung dan sebuah kamera *GoPro* yang ditinggalkan di tempat pelaku bersembunyi. Penemuan ini menambah keseriusan kasus yang sedang ditangani oleh pihak berwajib, yang kini sedang menyelidiki motif di balik upaya penembakan tersebut. Kepolisian terus melakukan penyelidikan dan memantau perkembangan yang ada untuk memastikan keamanan serta keadilan terkait insiden ini. ANTARA