JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepolisian Republik Indonesia memastikan bahwa tidak ditemukan bukti kekerasan pada tahanan yang meninggal dunia, berinisial D (47), di Lapas Cipinang. Hal ini terungkap setelah melakukan serangkaian pemeriksaan awal di lokasi kejadian, Blok Type III, lantai 3, kamar 326, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur. Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan baik yang diakibatkan oleh benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban. Ia juga memperkirakan bahwa penyebab kematian D kemungkinan berkaitan dengan kondisi kesehatan. Peristiwa ini bermula ketika saksi 1 terakhir kali melihat korban, D, pada hari Sabtu, 14 September 2023, sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, D menuju kamar mandi. Setelah kembali, korban meminta bantuan saksi untuk membelikan makanan dan mengantarkannya ke kamar. Sekitar pukul 21.00 WIB, saksi 1 menerima makanan yang dikirim oleh pihak Lapas sesuai permintaan D, dan ketika mengantar makanan tersebut, saksi menemukan korban dalam kondisi tertidur. Keberlanjutan situasi tersebut terjadi keesokan harinya, pada hari Minggu, 15 September 2023. Saksi 1 pulang dari kegiatan sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung menuju kamar D. Saat itu, saksi melihat makanan yang diantar sebelumnya masih berada di tempatnya. Ia juga memperhatikan bahwa posisi tubuh D tertidur tertelungkup. Saksi 1 kemudian menyampaikan informasi kepada teman-teman satu kamarnya untuk mengambil langkah selanjutnya, yang diikuti dengan laporan kepada saksi 2, seorang petugas yang bertugas saat itu. Saksi 2 melakukan pemeriksaan untuk memastikan jumlah keseluruhan tahanan sesuai dengan data yang ada, sekaligus meminta mereka kembali ke kamar masing-masing. Kasus kematian ini telah resmi dilaporkan kepada pihak Polda Metro Jaya pada hari Senin, 16 September 2023, pukul 00.06 WIB dan saat ini sedang ditangani oleh Polsek Jatinegara. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memastikan penyelidikan yang mendalam terkait kejadian ini. ANTARA