BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan mulai menata sektor pariwisata mulai tahun ini. Penataan pariwisata merupakan upaya Bupati Kotim Supian Hadi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Penataan pariwisata yang akan dilakukan Pemkab Kotim diharapkan tidak mengabaikan persoalan infrastruktur jalan yang masih harus mendapat perhatian serius, terutama akses menuju lokasi wisata.

Anggota Komisi IV DPRD Kotim Dani Rakhman, mengatakan geliat pembangunan jalan memang sudah dirasakan oleh masyarakat, walupun belum seratus persen bisa dikatakan baik. 

"Beberapa ruas jalan yang menjadi akses menuju lokasi wisata perlu mendapat perhatian serius, terutama jalan menuju lokasi wisata budaya Rumah Betang," jelas dia, Minggu (31/7/2016)

Politisi Partai Demokrat itu mengingatkan, bukan hanya sektor pariwisatanya saja yang harus fokus dikembangkan oleh Pemkab Kotim, namun sarana maupun prasarananya pun mesti menjadi prioritas. 

Upaya menumbuhkan sektor pariwisata diharapkan ditunjang dengan infrastruktur yang memadai dan nyaman dilalui masyarakat dan pengunjung. 

"Jangan sampai promosi wisatanya gencar, tetapi tidak didukung akses infrastrutur yang baik menuju lokasi wisata," kata dia.

Menurut Dani, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam target meningkatkan sektor pariwisata. Selain infrastruktur, hal lain yang diperhatikan adalah soal ketersediaan angkutan dan ketertarikan investor untuk membantu Pemerintah daerah dalam membiayai dan meningkatkan destinasi wisata.

"Pemkab harus bisa merangkul investor, karena kalau hanya mengandalkan dukungan APBD tidak akan mampu," ucap dia.

Karena itu Dani menyarankan ada keinginan yang sama antar DPRD dan pemkab, serta kesatuan visi dari instansi terkait mengembangkan sektor pariwisata. Sehingga program pengembangan pariwisata bisa terpadu dan tidak setengah-setengah. (RF)