JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Legenda petinju Indonesia, Syamsul Anwar Harahap, menekankan pentingnya mental bertanding yang baik bagi seorang atlet tinju yang ingin meraih kemenangan dalam pertandingan. Dalam sebuah konferensi pers terkait PON XXI yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, Syamsul menjelaskan bahwa mental yang kuat menjadi salah satu modal utama dalam olahraga tinju. “Menjadi petinju itu bukanlah hal yang mudah, karena di dalam ring, para atlet harus siap berkelahi. Dalam situasi seperti ini, mental bertanding berperan sangat krusial,” ungkapnya. Menurut Syamsul, mental bertanding yang baik akan terbentuk apabila para atlet memiliki pertahanan yang memadai. “Mental ini akan tumbuh jika kita memiliki bekal pertahanan yang kuat. Semakin sulit kita dipukul dan semakin mudah kita melakukan serangan, maka akan semakin baik mental bertanding kita,” ujarnya. Dia menekankan bahwa jika seorang atlet memiliki dua kemampuan tersebut, yakni sukar dipukul dan mudah menyerang, maka lawan akan merasa terintimidasi. Syamsul memberikan contoh dari pengalamannya saat bertanding di Banda Aceh pada tahun 1976 dalam kompetisi Sarung Tinju Emas. Dia mengingat bagaimana para atlet lain merasa takut ketika mengetahui keikutsertaannya. “Ketika saya masuk ke kelas 67 kilogram, semua teriak, 'aku sangka dia di kelas itu, tahu-tahunya di sini, matilah kita matilah kita,'” kenang Syamsul. Di sisi lain, dalam acara yang sama, Sukraj Singh, pemegang rekor nasional tolak peluru putra Indonesia, mengungkapkan bahwa fokus pada olahraga yang digeluti adalah kunci utama untuk meraih kemenangan. Menurut Sukraj, para atlet wajib berusaha keras dalam berlatih untuk mencapai keberhasilan. Dia menambahkan, penting bagi atlet untuk sering terlibat dalam kompetisi agar dapat mengamati performa atlet lain. “Harus banyak bertanding. Dengan memperbanyak pengalaman kompetisi, kita dapat mengamati dan belajar dari atlet-atlet lain yang memiliki kemampuan bagus,” tutup Sukraj. ANTARA